Sabtu, Januari 28, 2023
More
    BerandaArtikelYuk Mengenal Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak

    Yuk Mengenal Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku Pada Hewan Ternak

    Info Bekasi -

    Kandang Sapi Sehat
    Kandang Sapi Sehat

    Di beberapa daerah ditemui kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak. Pada awal bulan Mei, Kementerian Pertanian (Kementan) resmi mengumumkan sejumlah kabupaten di Provinsi Aceh dan Jawa Timur ditemukan kasus penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

    Dikutip dari ppid.pertanian.go.id, Penyakit Mulut Dan Kuku atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit hewan yang sangat menular dan menyerang semua hewan berkuku belah/genap, seperti sapi, kerbau, babi, kambing, domba, termasuk juga hewan liar yang seperti gajah, rusa dan lainnya. Selain itu virus ini dapat bertahan lama di lingkungan dan bertahan hidup di tulang, kelenjar susu serta produk susu.

    Menurut Ahli Kesehatan Masyarakat Veteriner IPB (Institut Pertanian Bogor), Drh Denny W Lukman mengatakan penyakit mulut dan kuku sangat menular. Tetapi resiko kematian pada hewan relatif kecil, kecuali pada hewan muda. Hewan yang terjangkit wabah tersebut dan tidak bisa bertahan hidup biasanya akan mengalami lepuh dan erosi di sekitar mulut, atau sederhananya seperti sariawan pada hewan.

    Warga Bekasi juga tak perlu khawatir karena menurut Drh Denny W Lukman, Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) itu bukan Zoonosis. Zoonosis adalah jenis Penyakit yang dapat ditularkan hewan ke manusia.

    Meskipun Wabah Penyakit Mulut dan Kuku pada hewan tidak menular ke manusia, Namun Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan menghimbau masyarakat agar tetap waspada.

    Pemkot Bekasi melalui DKPPP mengeluarkan Surat Edaran Tentang Kewaspadaan Terhadap Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Nomor: 524.31/3225/DKPPP.Set yang berisi himbauan untuk seluruh masyarakat Kota Bekasi. Adapun Isi himbauannya sebagai berikut:

    1. Membatasi pemasukan ternak dan produk ternak ke peternakan;
    2. Melaksanakan Isolasi/karantina ternak yang baru datang selama 14 hari
    3. Melaksanakan disinfeksi lingkungan sekitar kandang secara berkala dan/atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan;
    4. Menangani dan mengolah daging segar dan jeroan dari pasar tradisional dengan cara:

    – Tidak mencuci daging dan jeroan sebelum diolah, rebus selama 30 menit pada air mendidih;
    – Sebelum daging dibekukan, didinginkan terlebih dahulu daging bersama kemasannya pada suhu dingin (chiller/refrigator) selama 24 jam;
    – Membeli jeroan yang sudah di rebus atau jika jeroan masih mentah, rebus terlebih dahulu selama 30 menit sebelum disimpan atau diolah;
    – Merendam kemasan daging sebelum dibuang dengan detergen, cairan pemutih, atau cuka dapur untuk mencegah penularan virus ke lingkungan;
    – Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum dan setelah mengolah daging.

    Bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi daging disarankan untuk tetap waspada dan sebaiknya mentaati himbauan diatas agar terhindar dari wabah penyakit mulut dan kuku. (Fikih)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU