Jumat, April 12, 2024
More
    BerandaArtikelUniversitas Bhayangkara Gelar Seminar Internasional Membahas Dampak Digital Media

    Universitas Bhayangkara Gelar Seminar Internasional Membahas Dampak Digital Media

    Info Bekasi -

    Universitas Bhayangkara Gelar Seminar Internasional Membahas Dampak Digital Media

    INFOBEKASI.CO, BEKASI UTARA – Hari ini (12/9), Universitas Bhayangkara Jakarta Raya bersama Houston University menggelar Seminar Internasional di Auditorium Graha Tanoto, untuk membahas pengaruh dari digital media terhadap kehidupan masyarakat.

    Seminar yang mengangkat Tema ‘Media Digital dan Dampaknya Bagi Individu, Organisasi, Dan Masyarakat’, diikuti oleh 500 peserta dari berbagai latar belakang seperti praktisi, akademisi, mahasiswa dan Jurnalis.

    Rektor Universitas Bhayangkara Jakarta Raya Irjen Pol (Purn) Drs. Bambang Karsono mengapresiasi diadakannya seminar tentang media digital dan dampaknya ini. Ia juga berharap seminar ini dapat memberi pemahaman lebih tentang media digital.

    “Seminar ini sangat positif. Semoga bisa memberikan pemahaman lebih mengenai media digital, dan bisa mengurangi efek negatif yang ditimbulkan media digital. oleh karena, di zaman ini media digital memberikan perubahan yang sangat signifikan dalam berkomunikasi antara personal, organisasi, dan lembaga lain,” katanya saat memberikan sambutan.

    Pembicara yang dihadirkan dalam seminar mempunyai latar belakang peneliti, akademisi, dan praktisi di bidang media diantaranya, Temple Northup, Ph.D selaku Director and Assosiate Professor, the Valenti School of Communication at the University of Houston, Arguelles Jr, University of Perpetual Help Filipina, Burhan Solikhin selaku Editor in Chief Tempo.co, Prof. (Ris) Hermawan Sulistyo, MA., Phc., APU selaku Kepala pusat kajian keamanan/ Pukamnas Ubhara Jaya.

    Dalam kesempatan tersebut, (Ris) Hermawan Sulistyo menghimbau agar pengguna media digital tidak menjadi orang yang hanya menerima berita dan mengcopy-pastenya saja.

    “Jangan jadi orang pintar baru yang terima berita tinggal copas (copy-paste),” himbaunya.

    Menurutnya, masyarakat hanya membuka internet atau sosial media sesuai dengan minat dan kesukaannya, sehingga akan menimbulkan sifat ketidaksensitifan dan intoleran.

    “Kita buka internet atau sosmed itu hanya apa yang kita mau, kalau kita tidak suka tidak akan dilanjuti. Maka, akan terjadi ketidaksensitifan dan intoleran karena pandangan orang lain kita tolak,” katanya.

    Seminar ini juga merupakan bagian dari Memorandum Of Understanding (MoU) antara Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dengan Universitas School Of Communication at the University of Houston, Texas, pada Senin, 11 September lalu. (Ren)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU