Jumat, Juni 14, 2024
More
    BerandaArtikelTarif Ojol Naik Dalam Bayang-Bayang Inflasi

    Tarif Ojol Naik Dalam Bayang-Bayang Inflasi

    Info Bekasi -

    Komentar pengguna ojek online (Ojol) sewarna setelah Kementerian Perhubungan dengan tiba-tiba mengumumkan kenaikan tarif. Boleh dibilang masyarakat pelanggan Ojol sebagai transportasi publik terkejut dengan keputusan yang sebelumnya tak ada sosialisasi.

    Komentar senada ini paling banyak ditemui, ‘apa-apa naik’. “Gaji tau kapan naiknya,” kata seorang netizen ketika membaca informasi pengumuman kenaikan tarif Ojol tersebut.

    Memang yang terpukul adalah pekerja bawah yang selama ini menjadi pengguna rutin Ojol untuk aktivitas kerja. Sementara gaji tak juga naik. Pengeluaran membengkak sementara pendapatan tak juga mengalami penyesuaian dengan harga-harga aktual.

    Lewat Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 564 Tahun 2022, tarif Ojol akan mengalami kenaikan yang resmi berlaku efektif pada 14 Agustus 2022. Melalui keputusan Menteri Perhubungan tersebut tarif Ojol yang baru ini dibagi dalam 3 zonasi.

    Zona I meliputi Jawa dan Sumatra. Jawa di zona I ini tidak termasuk Jabodetabek. Biaya jasa batas bawah seebsar Rp 1.850/km. Biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.300/km. Biaya jasa minimal dengan rentang jasa antara Rp 9.250-11.500.

    Zona II meliputi wilayah Jabodetabek. Biaya jasa batas bawah seebsar Rp 2.600. Biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.700/km. Biaya jasa minimal dengan rentang jasa antara Rp 13.000-13.500.
    Sementara Zona III meliputi Kalimatan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.100/km. Biaya jasa batas atas sebesar Rp 2.600/km. Biaya jasa minimal dengan rentang jasa antara Rp 10.500-13.000.

    Keputusan kenaikan tarif Ojol ini ditengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang mengalami erupsi dengan kenaikan harga secara bersamaan. Di saat yang sama pendapatan tidak mengalami penyesuaian dengan kenaikan harga-harga.

    Menjadi kewajaran ada penyesuaian pada tarif Ojol ini mengingat sejak 2019 belum pernah mengalami penyesuaian. Namun waktunya tidak tepat. Kenaikan tarif Ojol ini tidak hanya berpengaruh pada pengguna penumpang manusia. Tarif ini akan berpengaruh pada sektor usaha kecil yang selama ini penjualan mereka sangat terbantu dengan keberadaan angkutan berbasis aplikasi tersebut.

    Kenaikan ongkos kirim dan beban aplikasi yang dibebankan kepada konsumen pasti akan memengaruhi tingkat permintaan konsumen. Bila sebelumnya konsumen lebih konsumtif karena dimanjakan aplikasi dan biaya yang tergolong terjangkau. Pasca kenaikan tarif Ojol tersebut ada dua kemungkinan, pertama, konsumen menahan pembelian. Ini tentu berakibat buruk pada sisi permintaan. Kedua, konsumen tidak lagi menggunakan pembelian dengan aplikasi Ojol tapi dengan pembelian langsung di tempat. Bila skenario kedua ini yang terjadi maka yang dirugikan adalah pelaku Ojol.

    Menaikkan tarif Ojol ditengah bayang-bayang inflasi tentu tidak bijak. Apalagi pengguna Ojol ini sangat luas dengan berbagai kemanfaatan. Menjadi moda transpotasi utama untuk mobilitas manusia dan barang ditengah kegagalan pemerintah menyediakan sarana yang aman, terukur dan nyaman. Tentu hal ini sangat berpengaruh pada konsumsi masyarakat.

    Bila pertumbuhan ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor konsumsi maka sudah sewajarnya pemerintah menjaga daya beli masyarakat. Salah satu cara menjaga konsumsi masyarakat tetap terjaga dengan mengontrol harga yang berada dalam kendali pemerintah. Penentuan tarif angkutan publik menjadi kendali pemerintah.

    Angka pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2022 menunjukkan angka yang sangat baik yaitu 5,44%. Angka pertumbuhan yang melampaui target di APBN tersebut ditopang oleh sektor konsumsi masyarakat. Pertumbuhan ekonomi nasional kuartal II tahun 2022 setengahnya ditopang konsumsi masyarakat. 56% konsumsi masyarakat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional.

    Semoga saja kebijakan Kementerian Perhubungan yang tergolong gegabah ini tidak merusak daya beli masyarakat ditengah bayang-bayang inflasi yang terus naik.

    Penulis :  Bung Adi  Siregar (Penggiat Literasi Bekasi)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU