Jumat, Juni 14, 2024
More
    BerandaArtikelPolisi Mulai Selikidi Kasus Perundungan Anak SD Hingga Kakinya Diamputasi

    Polisi Mulai Selikidi Kasus Perundungan Anak SD Hingga Kakinya Diamputasi

    Info Bekasi -

    INFOBEKASI.CO – Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar mengatakan bila Polisi tengah mendalami kasus perundungan (bully) yang dialami anak Sekolah Dasar (SD) Negeri di Tambun Selatan hingga kakinya diamputasi, Bekasi Kabupaten.

    Nahar menyebut kasus perundungan ini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian. Dia mengatakan polisi telah memeriksa korban, ibu korban, terlapor anak, dan orang tua terlapor anak.

    “Dan diagendakan pemeriksaan saksi lainnya yang sebelumnya belum memberikan kesaksian,” kata Nahar.

    Nahar dan tim, Perwakilan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menjenguk seorang murid sekolah dasar negeri di Tambun Selatan, Bekasi Kabupaten, yang menjadi korban perundungan. Murid itu sampai mengalami infeksi hingga kakinya harus diamputasi. Pihaknya menjenguk korban di rumah sakit tempat korban mendapat perawatan medis.

    “Belajar dari kasus-kasus perundungan di satuan pendidikan, maka penting dilakukan upaya pencegahan diantaranya melaksanakan kebijakan satuan pendidikan ramah anak,” ujar Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar

    Senada dengan Kepolisian, persitiwa tersebut telah dilaporkan ke kepolisian, dan aparat pun mulai menindaklanjutinya. Polisi menyebut korban terluka lantaran kakinya dijegal teman sekolahnya saat hendak membeli makan.

    “Korban akan membeli makanan ke kantin sekolah. Sebelum sampai kantin sekolah, korban diduga dijegal oleh pelaku anak. Dijegal atau dislengkat,” kata AKP Hotma Sitompul, Kasi Humas Polres Metro Bekasi.

    AKP Hotma Sitompul mengatakan pihak korban sudah membuat laporan polisi terkait kasus yang ada. Pihak kepolisian, lanjut dia, pun langsung mengusut kasus tersebut.

    “Sudah ada laporannya. Penanganannya kita bertindak cepat dan saat ini kasus sudah masuk ke tanah penyidikan,” kata AKP Hotma Sitompul.

    Sebelumnya media sosial gempar, Anak SD di Tambun Selatan kakinya diamputasi Diduga akibat Di-bully Teman.

    Perundungan fisik ididuga membuat Siswa F menderita sakit pada bagian kaki hingga belakangan harus diamputasi.

    Ibu korban, Diana (40) menceritakan peristiwa pilu ini terjadi pada Februari 2023 lalu saat anaknya masih duduk di bangku sekolah dasar kelas 6 SD.

    Berdasarkan cerita yang diterima, kejadian bermula saat F hendak jajan pada jam istirahat sekolah. Dalam perjalanan ingin jajan itu, F tiba-tiba didatangi 5 temannya. Salah satunya menyandung F.

    Namun F tidak menceritakan kejadian tersebut ke orang tuanya. Tiga hari kemudian F merasakan sakit pada kaki kirinya. Diana memaksa sang anak untuk bercerita.

    Luka akibat perundungan berlanjut hingga mengalami infeksi. Akhirnya dokter memutuskan harus diamputasi

    “Di rontgen dan dirujuk ke MRI, didiagnosis ada infeksi dalam itu pada akhir Maret, karena prosesnya enggak cepat, kami berusaha obati dulu,” kata Diana

    Puncaknya pada Agustus 2023, F harus menelan pil pahit kaki kirinya harus diamputasi karena didiagnosis kanker tulang. Diana mengatakan, dari keterangan dokter, salah satu pemicu penyakit tersebut karena adanya benturan. (Alvin)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU