test
Jumat, Juni 21, 2024
More
    BerandaArtikelPengusaha Hewan Qurban Minta Aturan Karantina Dilonggarkan

    Pengusaha Hewan Qurban Minta Aturan Karantina Dilonggarkan

    Info Bekasi -

    Hewan Ternak
    Hewan Ternak

    Jelang Idul Adha tahun ini, lalu lintas hewan qurban meningkat di seluruh Indonesia termasuk wilayah Jabodetabek. Untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban di wilayah Jabodetabek, pengusaha hewan qurban mendatangkan ternak dari wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali dan Sumatra.

    Seiring dengan ditemukannya penyakit mulut dan kaki pada hewan, pemerintah mewajibkan hewan kurban dikarantina selama 14 hari sebagai langkah pencegahan. Terkait hal tersebut CEO Solusi Qurban, Afrinal Dermawan mengapresiasi kepedulian pemerintah terhadap hal tersebut.

    Namun ia berpandangan karantani 14 hari ini sangat memberatkan terlebih di momen hari raya Idul Adha. Afrinal Dermawan menambahkan kesulitan terbesarnya pada mekanisme dan tata cara kerjanya.

    “Bisa dibayangkan pada perayaan Idul Adha ini, puluhan ribu bahkan bisa ratusan ribu hewan ternah dari berbagai daerah masuk Jabodetabek. Pemerintah punya gak tempat karantinanya, menampung disaat bersamaan?,” kata Afrinal Dermawan.

    Pengawasan tetap dilakukan karena itu sudah menjadi standar dalam pengadaan hewan ternak dari daerah. Apalagi ada kasus PMK tentu pengawasan lebih akan dilakukan oleh pengusaha hewan ternak.

    “Hewan qurban ini wajib hukumnya memberikan hewan yang sehat. Konsumen pasti tidak mau hewan qurban yang sakit atau cacat. Makanya kita juga pastikan semua hewan qurban kita sehat dan layak. Kalo gak ya gak laku juga dagangan kita,” jelas Afrinal Dermawan.

    Terkait permintaan masa karantina hewan qurban tersebut, Afrinal Dermawan sudah sampaikan pada acara Indonesia Consumer Club, yang diselenggarakan Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia. Acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertanian.

    Solusi Qurban memberikan masukan kepada pemerintah, agar membuka kelonggaran dalam proses sapi daerah masuk ke Jabodetabek. Dengan tetap menjaga kesehatan hewan yang dikirim.

    “Perlu dicatat bahwa PMK ini tidak berbahaya untuk manusia seperti diungkapkan oleh Pak Mentan di acara Indonesia Consumer Club yang membahas, Solusi Pemerintah Dalam Pengendalian Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Menghadapi Hari Raya Idul Adha,” jelas Afrinal Dermawan.

    Berdasarkan data yang dipaparkan Menteri Pertanian populasi hewan ternak ada 13.8jt ekor dan yang terkena PMK 0.89%. Angka tersebut tidak mencapai 1 persen dari populasi hewan ternak. Oleh karena itu, dalam menyusun aturan jangan mengeneralisir. Harus dilihat dari berbagai sisi agar hewan ternak dari daerah yang bebas PMK tidak ikut menanggung kerugian karena aturan yang dibuat.

    “Panen peternak kita ya saat ini. Kasih mereka yang sudah menanti setahun. Apalagi banyak daerah faktanya bebas PKM,” kata Afrinal Dermawan.

    Sementara itu Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto mengatakan, mengantisipasi PMK, Pemkot melakukan sosialisasi baik kepada masyarakat maupun peternak dan penjual hewan berkaki empat.

    “Tadi malam melalui zoom meeting saya sudah lakukan sosialisasi kepada masyarakat, peternak dan penjualan hewan. Sosialisasi terkait dengan PMK di Kota Bekasi,” kata Tri Adhianto.

    Ia menambahkan Kota Bekasi akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) yang akan disiapkan untuk antisipasi penyebaran PMK menjelang Idul Adha. Disamping itu Pemerintah setempat akan membuka call center untuk melayani pengusaha dan konsumen. (tim)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU