Sabtu, Januari 28, 2023
More
    BerandaArtikelPengadilan Tinggi Tambah Hukuman Rahmat Effendi 12 Tahun Penjara

    Pengadilan Tinggi Tambah Hukuman Rahmat Effendi 12 Tahun Penjara

    Info Bekasi -

    INFOBEKASI.CO – Perjalanan kasus korupsi Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi belum selesai meski Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sudah memberikan hukuman 10 tahun penjara. Pengadilan Tinggi Bandung menambah hukuman Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi menjadi 12 tahun penjara.

    Pada pengadilan tingkat pertama politisi Partai Golkar itu hanya mendapat hukuman 10 tahun penjara. Sesudah Jaksa Komisi Pemberatansan Korupsi (KPK) melakukan banding maka hukum Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi ditambah menjadi 12 tahun. Hukuman bertambah 2 tahun dari putusan Pengadilan Tipikor Bandung.

    Melalui amar putusan Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung menyatakan bahwa Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi selaku pejabat publik terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

    Selain menambah hukuman penjara kepada Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi, Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung juga menambah hukuman berupa perampasan barang-barang yang dipergunakan dan diperolehnya dari perbuatan pidana korupsi.

    Berikut bunyi amar putusan Mejelis Hakim Pengadilan Tinggi Bandung, Selasa (6 Desember 2022); “Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa dengan pidana penjara selama 12 tahun serta pidana denda sejumlah Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan.”

    Sebagai informasi tambahan bila 12 Oktober 2022 Pengadilan Tipikor Bandung telah memvonis Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi dengan hukuman 10 tahun penjara. Pada saat itu hakim Pengadilan Tipikor Bandung juga menjatuhkan pidana denda Rp. 1 miliar. Disamping itu pengadilan juga memutuskan untuk menyita mobil dan bangunan yang masuk dalam ranah kasus korupsi tersebut. Hak politik Rahmat Effendi juga dicabut pengadilan selama lima tahun setelah menjalani pidana pokok.

    Hukuman tersebut dikeluarkan Pengadilan Tipikor Bandung karena terbukti terlibat dalam tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintah Kota Bekasi.

    Berikut dakwaan Pengadilan Tipikor Bandung kepada Rahmat Effendi, 30 Mei 2022; “Terdakwa sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan beberapa perbuatan yang harus pandang sebagai perbuatan yang berdiri sendiri sehingga merupakan beberapa kejahatan, menerima hadiah atau janji.”

    Selain Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi, Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi juga mendakwa sejumlah pejabat dan pengusaha. Pengusaha Lai Bui Min dan Suryadi Mulya divonis terlebih dahulu sebelum Rahmat Effendi. Sementara pejabat yang divonis karena turut serta dalam jejaring korupsi Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi, Camat Rawa Lumbu Makhfudin, Camat Jatisampurna Wahyudin, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Jumhana Lutfi Amin, dan Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu M Bunyamin. (Alvin)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU