test
Senin, Juni 17, 2024
More
    BerandaArtikelPenduduk Miskin di Indonesia Meningkat Jadi 26,36 Juta Orang

    Penduduk Miskin di Indonesia Meningkat Jadi 26,36 Juta Orang

    Info Bekasi -

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah orang miskin di Indonesia mengalami peningkatan. Jumlah penduduk miskin per September 2022 mencapai 26,36 juta, naik tipis dibandingkan pada akhir Maret 2022 sebanyak 26,16 juta jiwa.

    Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, secara persentase, penduduk miskin pada September 2022 sebesar 9,57 persen atau meningkat 0,03 persen dibandingkan Maret 2022. Meski begitu, jumlah tersebut menurun dibanding September 2021 sebesar 0,14 persen.

    “Tingkat kemiskinan September 2022 itu mengalami peningkatan yang tipis dibandingkan Maret 2022,” ujar Margo dalam konferensi pers, Senin (16/1).

    Menurut Yuwono, berdasarkan data yang dirilis BPS, terdapat sejumlah penyebab kemiskinan mengalami kenaikan di September 2022. Di antaranya, masih terdapat penduduk usia kerja yang terdampak pandemic pada Agustustus 2022, yang jumlahnya mencapai 4,15 juta orang, konsumsi rumah tangga, dan pertumbuhan ekonomi yang melambat di kuartal III.

    Penyebab lainnya adalah PHK di sektor padat karya seperti industri tekstil, alas kaki, dan perusahaan teknologi, hingga kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

    Sementara persentase penduduk miskin di perkotaan dan pedesaan sama-sama mengalami peningkatan. Pada September 2022 penduduk miskin di kota sebesar 7,53 persen dari yang sebelumnya pada Maret 2022 sebesar 7,50 persen. Penduduk miskin di perdesaan pada pada Maret 2022 sebesar 12,29 persen, naik menjadi 12,36 persen pada September 2022.

    Setidaknya, BPS mencatat ada sembilan komoditas pangan maupun non pangan utama yang harganya naik dan mendorong kenaikan kemiskinan di September.

    “Harga komoditas yang dikonsumsi penduduk miskin kalau dibandingkan Maret 2022 ada kenaikan. Jadi, meski pemerintah memberikan bantalan melalui bansos, tapi tidak dapat dipungkiri kenaikan harga BBM memberikan dampak ke harga komoditas yang paling banyak dikonsumsi masyarakat miskin,” jelasnya.

    Berikut daftar komoditas yang naik harganya pada September 2022 dibandingkan Maret 2022 dalam rilis BPS:
    1. Beras naik 1,46 persen
    2. Gula pasir naik 2,35 persen
    3. Tepung terigu naik 13,97 persen
    4. Cabai merah naik 42,60 persen
    5. Telur ayam ras naik 19,01 persen
    6. Pertalite naik 30,72 persen
    7. Solar naik 32,04 persen
    8. Pertamax non subsidi naik 16 persen
    9. Kontrak rumah naik 0,97 persen
    10. LPG 3Kg naik 1,58 persen.

    Adapun penghitungan jumlah kemiskinan di Indonesia memang dilakukan dua kali dalam setahun, setiap Maret dan September. Saat ini, garis kemiskinan naik 5,95 persen dari Rp505 ribu di Maret menjadi Rp535.547 per kapita per bulan. (fhi)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU