test
Jumat, Juni 21, 2024
More
    BerandaArtikelNyepi Di Kampung Bali Bekasi, Potret Kebhinekaan

    Nyepi Di Kampung Bali Bekasi, Potret Kebhinekaan

    Info Bekasi -

    INFOBEKASI.CO – Suasana tenang langsung terasa ketika memasuki lingkungan Kampung Bali yang berada di tengah pemukiman RT 011 RW 09, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, saat perayaan Nyepi umat Hindu.

    Kampung Bali merupakan julukan bagi tempat tinggal warga setempat, Kavling Harapan Kita, RT 011 RW 09. Saat memasuki gerbang berdiri rumah-rumah dengan ornamen khas Pulau Dewata.
    Sedikitnya ada 20 Kepala Keluarga keturunan Bali yang bermukim di lokasi tersebut. Mereka juga sudah mendiami kawasan ini sejak puluhan tahun lalu.

    Ketua RT 011, Puji Lestari mengatakan, Hari Raya Nyepi tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dan yang pasti suasananya di lingkungannya sepi tidak ada aktivitas yang berlebihan.
    “Saya sebagai umat muslim tetap saling menghargai. Karena kita menjunjung toleransi,” kata Puji Lestari.

    Apalagi, lanjut dia. Tahun ini berbarengan dengan HUT Kota Bekasi, HUT Kampung Bali yang ke 2 dan menjelang bulan suci Ramadan, serta hari raya Nyepi.

    Maka dari itu kata Puji Lestari, Nyepi tahun ini tidak ada yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tidak ada aktivitas dari hari Rabu sampai Kamis (23/3) siang.

    “Saat ini warga yang beraktivitas kita batasi. Paling sampai pintu barat, karena tidak ada warga yang menjalani Nyepi. Kalau pintu Timur kita tutup, karena warganya menjalankan Nyepi. Itu kita jaga tidak boleh ada kebisingan, tidak boleh ada pedagang yang melintas dan warga juga mendorong kendaraan tidak boleh di hidupkan saat melintas,” Kata Puji Lestari.

    Ia juga menambahkan, Kepala Keluarga (KK) di lingkungannya ada 64 KK. Dan yang menjalankan Nyepi ada 20 keluarga.
    “Ya dari 20 KK yang menjalankan Nyepi ada 98 jiwa umat Hindu asli,” katanya.

    Sebelum hari Nyepi, dua hari sebelumnya. Kata Puji Lestari, ada karnaval di Kampung Bali dalam rangka HUT Kota Bekasi dan HUT Kampung Bali, serta menyambut hari raya Nyepi. Tahun baru saka 1945 dan menyambut bulan suci Ramadan 1444 Hijriah.

    Dalam karnaval, di tampilkan ogoh-ogoh, Marawis, Ondel-ondel, kuda lumping dan wayang orang.

    “Intinya hari ini dan besok tidak boleh ada tamu maupun pedagang. Kita akan usahakan tidak ada yang menggangu warga saya yang sedang Nyepi. Kita akan jaga satu sama lain agar setiap warga saya yang beribadah tidak terganggu,” kata Puji Lestari.

    Ketika tim media mengunjungi lokasi, memang kondisi lingkungan Kampung Bali tidak seperti hari-hari biasanya yang ramai oleh tamu maupun pengunjung.

    Kali ini Kampung Bali terlihat dan terasa tenang dan sunyi. Tidak ada yang berjualan begitu juga tidak ada suara kendaraan yang berlalu lalang di lokasi warga yang merayakan hari raya Nyepi.

    Warga sekitar yang bukan warga Hindu juga terlihat saling menghargai dan menjaga warga yang merayakan hari raya Nyepi. (Alvin)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU