test
Senin, Juni 17, 2024
More
    BerandaArtikelMereka Gak Paham Pride Klub Bola Sebuah Kota

    Mereka Gak Paham Pride Klub Bola Sebuah Kota

    Info Bekasi -

    Pendukung Persipasi Demo di CFD Ahmad Yani (2016)
    Pendukung Persipasi Demo di CFD Ahmad Yani (Sumber Twitter Persipasi_FC/2016)

    Cerita kelam sepak bola Kota Bekasi bermula dari penjualan Persipasi Bandung Raya pada tahun 2016 ke Madura United. Persipasi Bandung Raya merupakan hasil merger dua klub, Persipasi dengan Pelita Bandung Raya di tahun 2014. Sejak saat itu, tak ada lagi kabar klub bola kebanggaan Kota Bekasi.

    Meski sudah diperjuangkan oleh komunitas pencinta bola Kota Bekasi, Persipasi tak kunjung jelas setelah penjualan ke Madura United. Salah satu kelompok yang vokal bersuara ketika Penjualan Persipasi Ke Madura United, Koalisi Masyarakat Bola Kota Bekasi. Mereka paling keras mempertanyakan proses penjualan Persipasi Bandung Raya ke Madura United.

    Pertanyaan menarik dari salah seorang anggota Koalisi Masyarakat Bola Kota Bekasi, Eko Fadly, mempertanyakan status hukum jual beli Persipasi. Mengutip dari www.bisnis.com, “Seperti apa legalitas jual belinya dan bagaimana dengan nasib Persipasi sekarang,” kata perwakilan koalisi Eko Fadly di Bekasi, Minggu (27/3/2016/www.bisnis.com).

    Seolah menjadi harapan ditengah sahara, Wali Kota Bekasi Nonaktif Rahmat Effendi pada tahun 2021, melaunching klub baru sepak bola Kota Bekasi. Klub anyar tersebut diberi nama PCB Persipasi. Klub ini merupakan merger dua klub yang ada di Kota Bekasi, Patriot Chandrabaga FC dan Persipasi. Klub paling lama, awalnya Persipasi, Namun pada 2017 ketika ada dualisme Liga Indonesia, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mendirikan klub yang diberi nama Patriot Chandrabaga FC.

    Sejak diperkenalkan ke publik, PCB Persipasi mengikuti kasta terendah sepak bola Indonesia, Liga 3. Belum berjalan lama, Ketua umum PCB Persipasi Rahmat Effendi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi. Nah, sejak saat itu tak ketahuan lagi prospek dan masa depan klub baru Kota Bekasi tersebut.

    Secara mengejutkan, tanpa ada kajian dan pembicaraan serius dengan masyarakat pencita sepak bola Kota Bekasi, Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto merilis pertemuannya dengan pemilik klub AHHA PS Pati Atta Halilintar dan Putra Siregar. Dari pertemuan tersebut disepakati jika klub milik Atta Halilintar tersebut akan bermarkas di Stadion Patriot Chandrabaga. Tak hanya sampai disitu, Atta Halilintar juga akan mengganti nama AHHA PS Pati dengan Bekasi FC.

    Sepertinya amat relevan untuk kondisi hari ini, pertanyaan Koalisi Masyarakat Sepak Bola Kota Bekasi Eko Fadly beberapa tahun silam, bagaimana dengan masa depan Persipasi? Patut diapresiasi upaya Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto untuk memajukan sepak bola Bekasi. Tentu gak begini juga caranya.

    Untuk memiliki klub bola tidak sekadar memboyong klub besar ke sebuah kota. Klub bola amat sangat melekat dengan sejarah sebuah kota. Perkembangan kota, klub bola dan masyarakat pencintanya berkembang dan berproses bersama.

    Bila merujuk pada sejarah klub nasional dan dunia, sejarah kota dan klub bola menjadi satu kesatuan. Keduanya berjalan dengan sejarah panjang, tumbuh kembang beriringan dalam emosi pendukungnya. Persija, Persib, Persebaya, Arema Malang, PSMS dan lainnya menjadi identitas kota masing-masing.

    Tak mudah merubah klub penuh sejarah dengan klub dari kota lain. Persipasi adalah kebanggaan masyarakat Kota Bekasi. Apa pun yang terjadi dengan Persipasi, pendukungnya tetap setia membersamai meski melewati masa-masa sulit. Kata seorang supporter Persipasi, mereka bukan fans club Persipasi tetap pecinta mati Persipasi. Apa pun keadaannya mereka tetap cinta pada Persipasi.

    Ketika ada upaya-upaya serius untuk mengangkat kasta Persipasi, supporter persipasi amat mendukung. Yang dibutuhkan dari pemilik kebijakan publik, bagaimana bisa memfasilitasi Persipasi tampil di kasta tertinggi sepak bola nasional. Bukan dengan cara instan memboyong klub lain bermarkas di stadion kebanggan masyarakat Bekasi, Stadion Patriot Chandrabaga.

    Persipasi merupakan sebuah pride. Sebuah kebanggaan memakai kostum Laskar Rajawali Patriot. Kostum hijau tak bisa diganti dengan kostum yang memiliki sejarah sendiri di kota lain. Kota dan klub bola sebuah pride yang tak bisa mereka pahami. Persoalan mendasarnya ada disini. (Tim Litbang Info Bekasi.Co)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU