test
Rabu, Juni 19, 2024
More
    BerandaArtikelMelirik Gustavo Petro Untuk Inspirasi Gerakan Kiri Di Indonesia

    Melirik Gustavo Petro Untuk Inspirasi Gerakan Kiri Di Indonesia

    Info Bekasi -

    Kemenangan mantan Wali Kota Bogota Gustavo Petro pada Pemilihan Presiden Kolombia jadi inspirasi gerakan kiri di berbagai negara. Tentu termasuk gerakan kiri di tanah air, menjadi amunisi baru untuk menapaki Pemilu 2024.

    Terpilihnya Gustavo Petro pada Pemilihan Presiden Kolombia tidak hanya menjadi inspirasi tapi kemenangan Gustavo Petro atas taipan konstruksi Rodolfo Hernandez juga menguatkan keyakinan kelompok kiri. Ini menjadi api penyulut semangat kelompok kiri di Indonesia jika harapan itu masih ada.

    Gustavo Petro menang tipis atas Rodolfo Hernandez, 50,5 persen. Sedangkan mantan Wali Kota Bucaramanga Rodolfo Hernandez mendapatkan 47,3 persen pengguna suara pada Pemilu 2022.

    Siapa Gustavo Petro….? Ia adalah mantan kombatan gerilyawan gerakan revolusioner M-19. Gustavo Petro memutuskan mengubah haluan perjuangannya dari gerakan bersenjata menjadi gerakan politik elektoral.
    Karir politiknya dimulai dengan memenangi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bogota 2012. Gustavo Petro sukses menjadi Wali Kota Bogota selama dua periode. Jabatan terakhirnya sebagai anggota parlemen. Dan terakhir sukses memenangi Pemilihan Presiden Kolombia Juni 2022.

    Selama menjadi Wali Kota Bogota, Gustavo Petro dikenal sukses karena dua program unggulan populis yakni perumahan layak untuk rakyat dan pendidikan. Kedua program ini menjadi solusi atas permasalahan yang banyak dihadapi masyarakat Bogota. Dus, karir politik Gustavo Petro mulus hingga kursi presiden.

    Ketika Pemilihan Presiden Juni 2022, Gustavo Petro kembali menjual program pendidikan. Kali ini ia menjanjikan kuliah gratis untuk semua masyarakat Kolombia. Selain isu pendidikan, Gustavo Petro juga menjual isu-isu sensitif seperti tata kelola dan kepemilikan energi.

    Mengapa kemenangan Gustavo Petro penting bagi kelompok kiri? Pertama, Gustavo Petro dipandang tokoh yang konsisten dengan program gerakan kiri selama menjadi Wali Kota Bogota. Ia juga dipandang konsisten dengan agenda anti neoliberalisme. Jejak rekam politik Gustavo Petro dipandang sebagai tokoh kiri yang memiliki komitmen memperjuangkan agenda-agenda gerakan kiri.

    Kedua, secara geopolitik Kolombia merupakan sekutu utama Amerika di kawasan Amerika Latin. Kolombia selama ini menjadi simbol neolib di Kawasan Amerika Latin. Bisa mengalahkan simbol pro neolib sesuatu bangat. Belum lagi di dekat Kolombia terdapat aset pangkalan militer Amerika. Kolombia bukan saja simbol neolib tapi juga sebagai representasi perpanjangan kekuatan politik Amerika di kawasan ini.

    Ketiga, gerakan kiri bisa menang di negara yang selama ini getol memutulasi politik kiri. Sebagai sekutu utama Amerika di kawasan, Kolombia menerapkan kebijakan politik mutilasi gerakan kiri di negara tersebut.

    Ketiga point tersebut menjadi penting bagi gerakan kiri di Indonesia untuk membangun rasa percaya diri ditengah puing-puing skeptisisme pertumbuhan gerakan kiri di Indonesia. Dalam dua dekade terakhir. Isu-isu kiri mengalami persoalan tumbuh kembang yang serius di politik Indonesia. Hidup segan, mati pun tak mau.

    Sejak penyelanggaraan Pemilu setelah reformasi, gerakan kiri tidak pernah lolos di parlemen. Artinya isu-isu kiri tidak cukup menarik minat pemilih Indonesia. Dagangan isu-isu kiri tidak laku dalam kontestasi politik liberal Indonesia pada dua dekade terakhir.

    Tentu sedikit berbeda dengan kalangan Islam politik yang bisa masuk dalam pusaran utama politik nasional. Isu agama masih memiliki tempat pada panggung politik Indonesia.
    Tantangan terbesar gerakan kiri di Indonesia tidak memiliki tokoh besar yang bisa memengaruhi opini publik. Disamping gerakan kiri begitu mudah ‘diberangus’ dengan stigmatisasi sebagai kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Ini menjadi tantangan laten yang dihadapi gerakan kiri di Indonesia.

    Seberapa kuat pengaruh kemenangan Gustavo Petro pada gerakan kiri, kita lihat pada Pemilu 2024. Akankah gerakan kiri bisa pecah telor di Pemilu 2024? Kita tunggu saja.

    (Penulis : Bung Adi Siregar/Penggiat Literasi Bekasi)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU