test
Rabu, Juni 19, 2024
More
    BerandaArtikelMahasiswa Datangi KPK Desak Ketua DPRD Ditetapkan Tersangka

    Mahasiswa Datangi KPK Desak Ketua DPRD Ditetapkan Tersangka

    Info Bekasi -

    Demo Mahasiwa Di KPK Minta Ketua DPRD Kota Bekasi Diitangkap
    Demo Mahasiwa Di KPK Minta Ketua DPRD Kota Bekasi Diitangkap

    Seminggu sesudah Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Chairoman J Putro mengembalikan uang yang diterimanya dari Wali Kota Bekasi melalui seorang perantara. Terkait hal tersebut KPK sudah memanggil mantan Ketua PKS Kota Bekasi itu dua kali untuk menjelaskan hal tersebut.

    Terkait dugaan keterlibatan Ketua DPRD Chairoman J Putro yang juga Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bekasi dalam lingkaran korupsi yang melibatkan Wali Kota nonaktif Rahmat Effendi tersebut berbagai elemen masyarakat mendesak KPK untuk menuntaskan kasus tersebut hingga saat perencanaan di kantor dewan.

    Forum Aspirasi Mahasiswa Bekasi untuk Indonesia meminta KPK menangkap Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro terkait menerima suap Rp. 200 juta. Aspirasi itu mereka sampaikan dengan menyelenggarakan demonstrasi di Gedung DPRD Kota Bekasi, Jumat (28/1).

    “Penerimaan uang tersebut merupakan indikasi kuat sebagai suap. Artinya Ketua DPRD Kota Bekasi telah kongkalikong dengan Wali Kota nonaktif RE yang telah ditahan KPK,” kata Puji Nugraha Ridwan, Kordinator Forum Aspirasi Mahasiswa Bekasi.

    Aktivis hukum yang juga Ketua LBH Aura Keadilan Ferry L Gaol mengatakan besar indikasi ada korupsi berjamaah dalam kasus Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi. Menurutnya aneh Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro mengembalikan uang seminggu setelah operasi tangkap tangan KPK.

    “Anehnya, uang yang diterima melalui suruhan tersangka RE, langsung dikembalikan setelah adanya OTT. Yang menjadi pertanyaan berbagai pihak, apakah pengembalian itu dapat menghapus tindak pidana suap. Untuk diketahui, ini diatur dalam undang-undang No 11 tahun 1980,” kata Ferry l Gaol.

    Ketua DPC GMNI Bekasi Kristiyanto Manurung menilai janggal jika Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro tidak tahu peruntukan uang Rp.200 juta yang diterimanya melalui perantara Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

    “Chairoman sebagai Ketua DPRD dan Ketua Badan Anggaran memiliki fungsi pengawasan setiap keuangan di Kota Bekasi. Jadi lucu kalau Chairoman tidak tau tentang uang tersebut,” kata Kristiyanto Manurung.

    Pada Kamis (3/2), Mahasiswa Bekasi kembali meminta KPK untuk menangkap Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro. Kali ini mahasiswa datang ke gedung merah putih KPK. Mahasiswa meminta hasil pemeriksaan Ketua DPRD Kota Bekasi Chairoman J Putro.

    “Kami masih menindaklanjuti dan mengawal tuntas dugaan Korupsi di tubuh DPRD Kota Bekasi, terkhususnya Ketua DPRD Kota Bekasi yang seharusnya di tetapkan sebagai tersangka, makanya kami melakukan demo di KPK RI, tapi kami kecewa KPK RI tidak menemui kita dan tidak ada juga yang ingin menerima aduan kita. Ada apa dengan KPK RI!,” kata Kordinator Aksi Puji Nugraha Ridwan.

    Demo mahasiswa tersebut sempat bentrokan dengan aparat kepolisian lantaran massa aksi membakar ban. Menurut mahasiswa membakar ban adalah salah satu bentuk kekecewaan terhadap KPK.

    “Jelas bakar ban adalah bentuk kekecewaan kami kepada KPK RI selaku lembaga pemberantasan, tapi kami malah diberi tindakan represif oleh aparat kepolisian, sampai salah satu rekan massa aksi kami matanya tersemprot pemadam api,” kata Puji Nugraha Ridwan. (tim)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU