test
Kamis, Juni 20, 2024
More
    BerandaArtikelKumpulan Puisi Ilham Nuryadi Akbar

    Kumpulan Puisi Ilham Nuryadi Akbar

    Info Bekasi -

    Ilham Nuryadi Akbar lahir di Banda Aceh dan saat ini sedang merantau di Kota
    Bekasi. Buku pertamanya diterbitkan oleh Alinea Medika Pustaka berjudul Kemarau Di
    Matamu Hujan Di Mataku, terpilih sebagai Juara 2 pada Lomba Puisi Nasional di Festival
    Penulis. Puisi dan cerpen telah banyak terangkum pada beberapa media Lokal dan Nasional
    seperti: Kumparan.co, Koran Radar Banyuwangi, Sumenep.news, ideide.id, Literasikalbar,
    barisan.co, negeri kertas, dan lainnya. Berikut beberapa puisi Ilham Nuryadi.

    Tanpa Perlu Dijadikan Berhala
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Sebelum hujan mengguyur badan bumi
    sepasang burung dapat menitipkan sehelai bulu
    di antara celah-celah gerimis sore hari, tempat paling keliru
    yang menjadikan bumi basah atau tetap kemarau
    yang menjadikan sepasang burung dapat bergurau atau menangis dengan bergarau
    yang menjadikan seluruh makhluk senang atau sekadar risau.

    Meski demikian, dengan sendirinya langit dapat menakar
    apa-apa yang dianggap baik
    tanpa perlu dijadikan berhala, disembah-sembah, dipuja-puji
    pastilah ia akan menurunkan rintik-rintik
    untuk memadamkan kecewa, api-api cemburu, lagi membasuh hal-hal merugi
    kepada burung, kepada yang murung, kepada penghuni bumi,
    yang merasakan kasih sayang buntung.

    Langit adalah tempurung dalam kalkulasi tak terhingga
    mendaur ulang doa-doa
    untuk ditabur pada dada yang hendak kecewa.

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Memasung Segala Dosa
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Dirimu dapat memasung kebohongan pada mimbar kebenaran
    dengan utas, tuntas, menyapu seluruh bau ke tempat yang entah
    juga memahat kabar-kabar berkarat sampai jadi nirmala
    melarungkan tuduhan-tuduhan gila
    hingga hal-hal buruk menggisil dari tubuhmu yang kian menggigil
    dan kau, akan berenang di lautan kebebasan dengan sebatang lisong
    yang terhuyung-hutung dari himpitan kedua jari kotormu itu.

    Namun nanti di hadapan Tuhan
    silahkan menangis sejadi-jadi
    sebab dirimu tak dapat mereka-reka atau berbalik wajah
    menutupi dosa yang dirimu tumpuk
    sampai gemuk

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Merinaikan Pola Pikir
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Bukankah waktu telah ditetapkan sebagai pintu yang mengatur segala sibuk,
    sementara termangu adalah lorong untuk menuju masa lalu
    tapi mengapa orang-orang sibuk merinaikan pola pikir
    tentang siapa yang paling penyair?
    sedang berabad-abad
    perdebatan syahdunya suatu aksara telah dianggap sebagai ornamen
    sekadar menggumbuk hati yang sedang nestapa

    Kendati kau menang sawala dan dapat jemawa
    beberapa sayap tak akan menyertai punggungmu
    untuk terbang ke langit lapang tempat Tuhan memandang
    atau mungkin dirimu itu lupa
    bahwa ribuan jelaga tak bisa menjelma neraka
    laiknya kemenangan, tak menjadikan dirimu seorang raja

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Kampung Halaman Adalah Alasan
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Setelah menapaki tanah kelahiran
    aku menghidu seluruh aroma
    yang muskil terhidang di tempat perantauan
    seperti kepulan asap dari tungku, secuil nektar, petrikor
    kuserap sampai mampus dan kenyang

    Tatkala pagi menggumbuk mataku
    seluruhku gegas menekuri jalan ke gubuk berkaki pincang
    tempat dahulu diriku terkinja-kinja, meneguk rinai, menari di atas kecipak hujan
    bersama teman-teman sebaya yang masih terbayang
    memantik sekelumit senyum di raut wajahku
    hendak menangis dengan senyum penuh tipu

    Jelang siang, di bawah terik pirang yang menyala-nyala
    aku berlari-lari riang di pematang
    melihat tanah sawah yang ayah timang-timang
    demi terhindar dari kidung wirid ibu
    juga tangisan jantung hati yang pupus tak dapat menimba ilmu

    Kampung halaman adalah alasan
    betapa aku benar-benar mencintai kata pulang

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Palagan di Tubuhku
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Palagan telah jatuh di tempatku merebah
    menandak-nandak untuk mencari kumpulan air mata
    sementara detik kian berpagutan dengan detak
    menyuruhku memantik bait-bait kesedihan
    sungguh kehilangan telah memperkosa siapa saja, termasuk aku
    untuk dicampak menyeberangi jembatan kehidupan

    Kini, setelah tanggal tanggal terpenggal, dan tahun-tahun terkelupas
    yang sesekali, secara teratur, sembarang, hingga sekarang
    aku melimbungkan seluruh kebaikan
    kepada engkau yang tertidur di bawah nisan

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Perselisihan
    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Seandainya bulir-bulir tasbih berjumlah ganjil
    dapatkah kau menggenapkan ketentuan yang telah tentu itu
    seumpama malam tak melahirkan temaram
    dapatkah kau lelap dengan hati yang tenang
    seandainya langit tak mengandung hujan
    dapatkan kau sirami ranting keteguhan yang mulai mengering

    Kita adalah perselisihan yang menginginkan lurus dalam keadaan miring
    Berjalan dengan berbeda kepercayaan
    menentang kuasa Tuhan

    Bekasi, 10 Januari 2023

    Perempuan yang Meneguk Secangkir Kesedihan

    Oleh: Ilham Nuryadi Akbar

    Beralaskan selembar kain kafan
    seorang perempuan mendaras di hadapan batu nisan
    menangisi hal-hal yang membuatnya merugi
    nun kepada ombak-ombak konkaf yang menggerus tanah kelahirannya
    menjadi puing-puing penuh elegi.

    Semula hidup dapat ia cangking
    beberapa mudah ia lewati dengan sekali langkah
    namun tatkala jantung hatinya pergi ke alam seberang
    beberapa benalu tumbuh di sekujur tubuhnya
    menjalar dari pangkal kaki sampai titik nadi
    hingga ia terjerembab, pada dimensi sebatang kara.

    Sekarang, ia hanya sibuk meneguk secangkir kesedihan
    pun menuduh malaikat Raqib dan Atid laiknya manusia
    sesekali alpa pada pena dan buku catatan
    tapi tak pernah lupa, akan kematian.

    Bekasi, 10 Januari 2023

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU