Titik kemaceten itu bertambah dari sebelumnya 18 titik kemacetan.
Kabid Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Cecep Supriadi mengatakan kemacetan kerapkali
terjadi pada saat pagi maupun sore hari.
Dimana wilayah Kabupaten Bekasi menjadi lintasan para pekerja yang berangkat menuju ke DKI Jakarta maupun
banyaknya kawasan industri di wilayah Kabupaten Bekasi.
“Banyak faktor penyebab kemacetan, salah satunya pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat tidak
dibarengi peningkatan jalan,” ujarnya, Selasa (27/8/2019).
Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya dalam penanganan kemacetan yang terjadi di Kabupaten Bekasi.
“Upaya kita banyak, mulai penertiban PKL pinggir jalan, bersama dinas terkait, penempatan personel maupun
pengaturan rekayasa lalu lintas,” jelas Cecep.
Cecep juga menambahkan diperlukan koordinasi dengan berbagai pihak agar dapat membuka jalan altrernatif.
“Dari pemerintah juga kan ada penambahan ruas jalan, tapi perlu bantuan dan dukungan pihak lain agar
semakin banyak buka jalan baru jalan alternatif,” paparnya.
Berikut 23 titik kemacetan di Kabupaten Bekasi, Fly Over Tegal Danas, Jalan Inspeksi Kalimalang, jalur pantura,
Jalan Cikarang-Cibarusah, Jalan Raya Setu, Jalan Raya Jatimulya, pertigaan Jalan Diponegoro, pertigaan Jalan
Legenda menuju Grand Wisata, Jalan Serang Cibarusah.
Selanjutnya, pertigaan Rawa Kalong, Jalan Imam Bonjol, Simpang SCG Cikarang, Jalan Raya Industri Cikarang,
pertigaan Jalan Raya Babelan, Jembatan Besi, Jalan Karang Satria, Jalan Raya Akses Tol Cibitung dan Jalan Setia
Mekar Indoporlen.
Kemudian kemacetan juga terjadi lantaran keberadaan pasar tumpah di lima titik.
Diantaranya, Tambun, Cibitung, Pasar Lama, Sentra Grosir Cikarang, serta Lemahabang juga menjadi titik
kemacetan di wilayahnya.
Sumber : wartakota.tribunnews.com