test
Kamis, Juni 20, 2024
More
    BerandaArtikelHati-hati Modus Penipuan Berbentuk Undangan Nikah Via WhatsApp

    Hati-hati Modus Penipuan Berbentuk Undangan Nikah Via WhatsApp

    Info Bekasi -

    Kriminalitas dalam hal penipuan tidak henti-hentinya menghantui masyarakat, terutama dalam berbagai bentuk online. Terbaru, modus penipuan online kian marak terjadi salah satunya adalah permintaan untuk menginstall sebuah aplikasi undangan pernikahan, padahal isinya adalah aplikasi yang bisa membobol m-banking.

    Dilansir dari Indozone, Bekasitizen harus waspada nih karena cara kerjanya pelaku seolah-olah sebagai pihak yang mengundang dengan mengirimkan fle ekstensi dengan format APK, disertai foto undangan pernikahan kepada korban yang dikirimnya melalui WhatsApp. Penerima pun diminta untuk mengunduh kemudian menginstall aplikasi tersebut.

    Selanjutnya, korban harus menyetujui hak akses (permission) terhadap beberapa aplikasi sehingga dari sana data pribadi yang bersifat rahasia dalam handphone korban bisa dicuri oleh pelaku.

    Data yang dicuri bisa sangat beragam, data yang bersifat pribadi dan berbagai informasi yang masuk melalui SMS, termasuk data perbankan yang bersifat rahasia seperti OTP (One Time Password) dan data lainnya dapat diambil oleh fraudster.

    Perlu digaris bawahi bahwa sejak awal, pelaku sudah memegang username hingga kata sandi m-banking serta nomor WhatsApp korban. Data tersebut didapatkan melalui kebocoran data atas upaya kriminal. Lantas setelah korban sudah menginstal aplikasi tersebut, pelaku akan menginstal aplikasi m-banking di ponsel miliknya. Lewat aplikasi undangan palsu tadi lah si pelaku dapat membawa SMS berisi kode OTP.

    Sementara itu, dikutip dari Detik.com, Analyst Digital Forensic Ruby Alamsyah mengungkapkan ini adalah kejahatan dengan metode sniffing. Jadi mereka mencuri data-data yang ada di dalam handphone orang yang telah menginstal, data dikumpulkan lalu dieksekusi.

    “Para pelaku itu mempersiapkan phishing dengan aplikasi palsu di file APK itu, lalu broadcast ke banyak nomor, bisa ratusan ribu per hari lah. Targetnya kalau 1-2% dari orang yang dibroadcast kan banyak juga. Lalu memaksa orang-orang untuk membuka file,” kata dia.

    Ruby menjelaskan setelah itu, file telah diinstal, maka data pribadi diambil. Kemudian mulai eksekusi pembobolan rekening.

    Masyarakat sebaiknya lebih berhati-hati dengan modus seperti ini. Jika memang mendapatkan pesan tersebut, lebih baik dihapus dan jangan sekali-kali mengklik file tersebut.

    “Sebenarnya ketika kita menerima di chat WhatsApp, selama tidak diinstal kita masih aman, karena file tersebut tidak dijalankan,” jelas dia. (Sumber: indozone & detik)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU