test
Senin, Juni 17, 2024
More
    BerandaArtikelGerak Cepat Sediakan Jalur Alternatif Sebelum DDT Beroperasi

    Gerak Cepat Sediakan Jalur Alternatif Sebelum DDT Beroperasi

    Info Bekasi -

    Double-double Track (DDT) kereta Apil Manggarai – Cikarang belum sepenuhnya beropersi sudah mendapat keluhan dari masyarakat Bekasi. Bukan kebijakan Double-double Track yang menjadi fokus protes warga. Kemacetan yang akhir-akhir ini makin menjadi-jadi disekitaran perlintasan jalur kereta api.

    Bukan mempersoalkan Double-double Track yang merupakan program pemerintah pusat untuk meningkatkan layanan kereta api. Baik kereta api commuter atau kereta api jarak jauh. Yang menjadi persoalan akut, macet diseputaran perlintasan kereta api akibat tingginya arus lintasan kereta.


    Bila ketemu jam-jam sibuk, untuk bisa melintasi jalur kereta api bisa menunggu satu jam lebih. Kekecewaan dan kemarahan pengguna jalan ini sering diekspresikan di media sosial. Dan memang harus ada jalan keluar yang sifatnya jangka pendek dan solusi jangka panjang. Apalagi proyek Double-double Track Manggarai-Cikarang rampung pada tahun 2025. Butuh solusi yang bisa mengurai kemacetan.

    Saat ini saja ada 1.232 perjalanan KRL setiap hari. Bila Double-double Track Manggarai-Cikarang beroperasi maka akan ada penambahan operasional KRL. Sudah dipastikan akan ada penambahan perjalanan relasi Cikarang-Bekasi.

    Untuk jangka pendek perlintasan kereta harus mendapat pengaturan dan penjagaan dari petugas Dinas Perhubungan dan Polisi Lalu Lintas. Selama ini petugas jarang ada di lokasi-lokasi padat yang dilintasi jalur kereta api. Biasanya malah diatur oleh Pak Ogah. Semraut pun tak terelakkan. Saling serobot pun terjadi. Pak Ogah seringkali mendahului pengendara yang memberikan uang. Wajar bila kemacetan makin parah ketika memasuki jam – jam sibuk.

    Akan lain cerita bila ada rekayasa lalu lintas di jam – jam sibuk. Memang sudah sepantasnya petugas harus memberikan perhatian lebih pada lintasan kereta api. Selain mengurai kemacetan juga untuk menghindari kecelakaan yang terjadi di perlintasan kereta api.

    Untuk jangka panjang harus ada jalur tambahan atau alternatif di perlintasan kereta api. Tidak ada solusi lain selain menambah jalur untuk melewati perlintasan Double-double Track kereta api.

    Terkait persoalan tersebut Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto sependapat perlintasan kereta api harus ditiadakan.

    “Itu kan nanti semua perlintasan sebidang kereta harus ditutup. Nah kita lagi berusaha untuk mengusulkan ke kementerian untuk kompensasi,” kata Kepala Bidang Mina Marga DBMSDA Kota Bekasi, Idi Susanto beberapa waktu lalu.

    Sebagai langkah awal kata Idis Sutanto Pemerintah Kota Bekasi sedang menyelesaikan pembebasan lahan di area Bulak Kapal, Bekasi Timur. Rencananya, akan dibangun flyover di perlintasan sebidang Jalan Pahlawan.

    Titik lain yang mendesak untuk diberi solusi adalah perlintasan sebidang di area Bulan-bulan. Sementara ini, belum ada rencana pembangunan baik flyover maupun underpass.
    “Kita sedang berusaha untuk yang di bulan-bulan, kalau bisa (pembebasan) tanah juga dari kementerian supaya kompensasinya tuntas,” kata Idi Susanto.

    Jadi, Pemerintah Kota Bekasi masih tahap proses pembahasan lahan. Sementara dua tahun lagi Double-double Track sudah rampung dan akan dioperasionalkan. Bisa bayangkan betapa crowdednya di perlintasan kereta api. Perlu aksi gerak cepat sebelum Double-double Track diberlakukan. Idealnya Double-double Track dipersionalkan, saat bersamaan flayover maupun underpass sudah tersedia.

    Bila seperti itu maka, Pemerintah Kota/Kabupaten Bekasi memang kerja gerak cepat. Sebalik, emang kurang antisipasi dari awal.

    Bung Adi Siregar

    (Penggiat Literasi)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU