Rabu, Februari 1, 2023
More
    BerandaArtikelBimtek, Dishub Kota Bekasi Segera Kembangkan Metode TOD dan SAUM

    Bimtek, Dishub Kota Bekasi Segera Kembangkan Metode TOD dan SAUM

    Info Bekasi -

    Bimtek, Dishub Kota Bekasi Segera Kembangkan Metode TOD dan SAUM

    BEKASI SELATAN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi bersama Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) melakukan Bimbingan Teknologi (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Badan Transportasi Jabodetabek (BPTJ) di Park Hotel, Selasa (22/8).

    Agenda Bimtek tersebut membahas tentang Perencanaan  Integrasi Simpul Trasportasi Jabodetabek dalam rangka pengembangan metode Transit Oriented Development (TOD) serta Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM).

    Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bekasi, Johan Budi Gunawan mengatakan bahwa kegiatan ini akan sangat bermanfaat karena saat ini Kota Bekasi sedang merencakan metode TOD dan SAUM di Kawasan Sumarecon Bekasi, Stasiun Bekasi Baru  dan Stasiun LRT yang akan segera beroperasi.

    “TOD merupakan salah satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan maksimalisasi penggunaan angkutan massal seperti Busway atau BRT, Kereta api kota (MRT), Kereta api ringan (LRT), serta dilengkapi jaringan pejalan kaki atau sepeda,” ujar Johan Budi.

    Dengan demikian, lanjut dia, perjalanan atau trip akan didominasi dengan menggunakan angkutan umum yang terhubungkan langsung dengan tujuan perjalanan. Terlebih, tempat perhentian angkutan umum mempunyai kepadatan yang relatif tinggi dan biasanya dilengkapi dengan fasilitas parkir, khususnya parkir sepeda.

    Ia juga menyebutkan, Pengembangan TOD sangat maju dan telah menjadi tren dikota-kota besar khususnya di kawasan kota baru yang besar seperti Tokyo di Jepang, Seoul di Korea, Hongkong, Singapura, yang memanfaatkan kereta api kota serta beberapa kota di Amerika Serikat dan Eropa.

    “Penerapan TOD di kota besar akan merurunkan ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, karena adanya pilihan yang cepat, murah dan mudah mencapai tujuan hanya dengan hanya berjalan kaki, bersepeda, lalu menggunakan angkutan umum, Masyarakat tidak perlu repot mencari tempat parkir, membayar biaya parkir kendaraan pribadi yang tinggi, dan akan berdampak pada biaya operasi yang tinggi pula,” pungkasnya. (sel)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU