Selasa, Januari 31, 2023
More
    BerandaArtikelBangunan Tidak Sesuai Spesifikasi, DPRD Pinta Tim Ahli Telusuri Penyebab Runtuhnya GKL

    Bangunan Tidak Sesuai Spesifikasi, DPRD Pinta Tim Ahli Telusuri Penyebab Runtuhnya GKL

    Info Bekasi -

    Bangunan Tidak Sesuai Spesifikasi, DPRD Pinta Tim Ahli Telusuri Penyebab Runtuhnya GKLBEKASI TIMUR – Pihak Kepolisian dan Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi diminta menelusuri dugaan adanya spesifikasi bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi material proyek pembangunan tangga darurat Apartemen Grand Kamala Lagoon (GKL), sehingga menyebabkan satu orang pekerja meninggal dunia beberapa waktu lalu.Jika terbukti penyebab robohnya tangga darurat apartemen yang berlokasi di Jalan K.H. Noer Alie itu diakibatkan karena pembangunannya tidak sesuai dengan spek proyek pembangunan, maka pihak pengembang, atau manajemen GKL bisa dipidana dengan dijerat Pasal 350.

    “Terkait teknis bangunan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi, ada TABG yang bisa menelusuri dugaan pelanggaran tersebut, dan nantinya tim ini akan memberikan sanksi serta pihak Polres juga kami menelusuri dugaan pembangunan yang tidak sesuai spesifikasi sehingga mengakibatkan tewasnya pekerja,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Thamrin Usman, Selasa (10/01).

    Ia menyebutkan bahwa Senin kemarin (09/01), Komisi I dan Komisi II telah melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama pihak GKL dimana dalam pengakuannya, pihak GKL menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan human error.

    “Mereka bilang human error. Kelalaian pekerja karena mereka merasa bahan dan struktur bangunan sudah sesuai spesifikasi. Namun kami masih menunggu hasil evaluasi dari Kepolisian dan TABG,” ujarnya.

    Lebih lanjut Thamrin mengatakan bahwa pihak Komisi II berencana melakukan sidak ke lokasi kejadian, namun tidak diberi izin oleh manajemen GKL dengan dalih situasi belum aman. Padahal, semestinya apabila dilakukan sidak adalah bagaimana kondisi keadaan dengan apa adanya.

    “Kami mau sidak namun tidak diizinkan, katanya sih belum aman,” kata dia. (Adv)

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU