Sabtu, Januari 28, 2023
More
    BerandaArtikelAnti Resesi! Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen di Kuartal III 2022

    Anti Resesi! Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,72 Persen di Kuartal III 2022

    Info Bekasi -

    Di tengah bayang-bayang resesi dan krisis global yang menghantui, perekonomian Indonesia di triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan secara tahunan, yakni mencapai 5,72 persen.

    Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan, pada triwulan ketiga ini, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh mencapai 5,39 persen seccara tahunan dan berkontribusi 50,38 persen terhadap perekonomian dalam negeri.

    Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, peningkatan ekonomi di triwulan III-2022 juga dikarenakan adanya peningkatan aktivitas belanja oleh kelompok masyarakat menengah atas, khususnya untuk kebutuhan tersier.

    “Jadi ini indikasi yang baik pada menengah atas sudah menunjukkan peningkatan. Tentu saja kalau menengah atas ini terus meningkatkan konsumsinya akan memberikan pengaruh besar kepada kelompok yang lainnya ini tren yang sangat baik ya. Mengindikasikan sekali lagi pemulihan ekonomi kita itu terus berlanjut dan semakin menguat,” ujar Margo dalam konferensi pers daring, Senin (7/11).

    Secara triwulanan, ekonomi juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,81 persen dibandingkan triwulan II-2022. Adapun tren pertumbuhan ekonomi secara tahunan di atas 5 persen ini sudah terjadi selama empat triwulan berturut-turut sejak triwulan IV-2021 sebesar 5,02 persen, triwulan I-2022 5,02 persen, dan triwulan II-2022 sebesar 5,45 persen.

    Tentunya, pertumbuhan perekonomian Indonesia yang menujukkan peningkatan menjadi angina segar. Pasalnya, kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi global. Margo mengatakan, seperti yang telah diprediksi IMF, bahwa diperkirakan ekonomi global hanya mengalami pertumbuhan sebesar 3,2 persen yang mana ini lebih rendah dari tahun lalu.

    “Inflasi di tiingkat global dianggka 4,7 persen di 2021, di 2022 ini meningkat menjadi 8,8 persen. Diperkirkan melambat ditahun ini dibanding tahun lalu dan inflasi lebih tinggi,” tukasnya.

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU