test
Kamis, Juni 20, 2024
More
    BerandaArtikelAnies Mencari Wapres Walau Belum Pegang Tiket

    Anies Mencari Wapres Walau Belum Pegang Tiket

    Info Bekasi -

    Seminggu jelang berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan sebagai gubenur Jakarta, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengumumkannya sebagai calon presiden dari partai tersebut. Nasdem partai keempat yang secara resmi mengumumkan jagoannya pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Sebelumnya, Partai Golkar menjagokan Ketua Umumnya, Airlangga Hartarto. Diikuti Partai Gerindra yang kembali memasang Prabowo Subianto sebagai calon presiden Pilpres 2024. Partai Kebangkitan Bangsa tak mau ketinggalan dengan menjagokan ketua umumnya, Muhaimin Iskandar sebagai calon presiden.

    Pengumuman Anies Baswedan sebagai calon presiden langsung disampaikan oleh Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh. Pengumuman tersebut berlangsung sederhana namun disiarkan langsung Metro TV, stasiun televisi milik Surya Paloh.

    Sebelumnya Anies Baswedan sudah digadang-gadang sebagai calon presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Terutama keinginan akar rumput PKS. Namun elit PKS masih malu-malu mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai berasaskan Islam tersebut. Sikap malu-malu PKS ini diselimuti kegamangan PKS dalam menentukan pilihan.

    Disatu sisi PKS masih berpegang pada keputusan Majelis Syuro yang menetapkan Salim Segaf Al Jufri sebagai calon presiden partai tersebut. Namun seiring mendekatnya 2024, nama Salim tak kunjung mencuat sebagai calon menarik minat publik. Setidaknya hal tersebut terkonfirmasi dari berbagai survey. Nama Salim tidak pernah terbaca oleh radar lembaga survey.

    Setelah Nasdem memproglamirkan Anies Baswedan sebagai calon presiden partai tersebut, elit PKS seolah ‘kaget’. “Kok begitu cepat sih”, kira-kira begitulah reaksi elit PKS. Karena sehari setelah Nasdem mengumumkan Anies Baswedan, Presiden PKS Ahmad Syaikhu mengeluarkan statemen yang mengucapkan selamat kepada Nasdem. Baru kali ini ada partai yang memberi ucapan selamat kepada partai lain yang mengumumkan calon presidennya. Garing bangat gituh.

    Pembicaraan selanjutkan bukan lagi siapa calon presiden tapi siapa calon wakil presiden (Cawapres) yang akan mendampingi Anies Baswedan. Topik ini terutama di tiga partai, PKS, Nasdem dan Demokrat. Yang sejak awal sudah membuka obrolan untuk sama-sama di Pilpres 2024.

    Bagi Nasdem, siapa pun calon wakil presiden Anies Baswedan tidak terlalu masalah. Kalau pun usulan mereka yang diterima, itu sebagai bonus saja. Bonus bukan sembarang bonus, menang banyak.
    Bagi Nasdem, Anies Baswedan sebagai calon presiden sudah capaian politik yang sangat bagus. Nasdem sebagai pengusung pertama Anies Baswedan. Terlebih Nasdem tidak bisa mengajukan calon presiden sendiri.

    Partai Demokrat akan berusaha sekuat tenaga mengusung Ketua Umumnya, Agus Harimurti sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan. Naga-naganya, bagi Partai Demokrat, tawaran Agus sebagai harga mati. Apalagi bila harus bersaing dengan calon wakil presiden yang disodorkan oleh PKS.

    Bila PKS mengalah tidak mengambil jatah calon wakil presiden maka yang harus dibayar oleh Nasdem dan Demokrat adalah kompensasi untuk partai dakwah tersebut. Kompensasi ini macam-macam. Bisa jatah menteri jikalau menang. Kalo kalah, gak dapat kompensasi. Atau bisa juga uang ganti rugi di muka plus jatah menteri. Ini mah tergantung nego antar mereka saja. Yang jelas gak ada gratisan di dalam politik. Ke toilet aja bayar. Kecuali toilet Pertamina udah gak bayar. Terimakasih kakak Eric Tohir, program riil membenahi BUMN.

    Jadi, Kak Anies belum bisa tenang sampai Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkannya sebagai calon presiden beneran. Calon presiden yang ada sekarag baru sebatas rencana. Keputusan ada di meja KPU. Nama pasangan calon yang diserahkan oleh partai pemegang tiket atau gabungan partai pemegang tiket.

    Demokrat dan PKS saja belum setuju Anies Baswedan sebagai presiden, udah pada sibuk nyari pasangan untuk ayahanda Mutiara Annisa. Kalo ketiga partai ini udah bulat ngusung Anies Baswedan, nyari calon wakil presiden mah gampang.

    Masalah dasar Anies Baswedan, PKS dan Demokrat belum setuju 100% dukung dirinya sebagai calon presiden 2024. Karena belum setuju bangat, makanya posisi calon wakil presiden jadi bahan tawar menawar. Bila PKS dan Demokrat setuju Anies 100%, harusnya gak sulit menentukan siapa Cawapres yang pas untuk dirinya.

    Seperti kata Nasdem untuk Cawapres terserah Anies. Loe enak ngomong gitu, lah, Capresnya kan dah e loe wkwkwkwk 

    BACA JUGA

    IKUTI KAMI

    7,300FansSuka
    403,000PengikutMengikuti
    5,200PengikutMengikuti
    512PengikutMengikuti
    4,200PelangganBerlangganan

    TERBARU