Vaksin Covid-19 Pfizer BioNTech ini yang akan disuntikkan kepada masyarakat Jatimulya oleh petugas medis.
ArtikelKesehatanLayanan PublikOpini

Puskesmas Jatimulya, Lakukan Vaksinasi Pfizer Secara Masif Untuk Masyarakat

INFOBEKASI.CO, BEKASI – Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat) Jatimulya prioritaskan pemberian Vaksin Pfizer bagi masyarakat umum yang belum menerima vaksin Covid-19 di Jatimulya.

Kegiatan ini dilakukan secara masif dengan tujuan, agar seluruh masyarakat Jatimulya telah diberi vaksin secara menyuluruh dalam waktu dekat. Pelaksanaan tersebut, dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni di RW setempat, sekolah dan masjid.

Seperti yang diketahui, vaksin Covid-19 Pfizer ini pun pertama kali tiba di Indonesia, pada 19 Agustus 2021. Vaksin jenis ini dibuat oleh Amerika yang sudah diuji klinis sebanyak tiga kali, dengan hasil uji efikasi lebih tinggi dari vaksin lainnya.

Sebagai salah satu UPTD Puskesmas, Plt. Kepala Puskesmas Jatimulya, Ernida Sianturi menerangkan, program vaksinasi covid-19 Pfizer ini memiliki nilai efikasi perlindungan sebesar 95% dalam meningkatkan imunitas masyarakat. Meski begitu, efek samping yang diterima hanya nyeri pada bagian lengan.

“Kelebihan vaksin Pfizer dengan yang lain, itu terletak pada efikasinya yang lebih tinggi. Pfizer 95%, Sinovac 65%. Jadi Pfizer lebih efektif mencegah virus Covid,” terangnya ketika diwawancarai Info Bekasi. Bekasi, Jum’at (11/09/2021).

Adapun dalam penyebaran informasi vaksinasi kepada masyarakat, Erni juga menjelaskan, demi kelancaran kegiatan vaksinasi, Puskesmas telah melakukan penyebaran informasi secara meluas melalui media sosial. Selain itu, ia juga menuturkan bahwa pelaksanan vaksinasi itu juga berkolaborasi dengan pihak kelurahan, yakni RW setempat, yang membantu dalam menyebarkan informasi. Tak hanya itu, pihaknya juga mendapat dukungan dari Bimaspol (Bimbingan Massal Polri) dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk keamanaan dalam kegiatan vaksinasi.

Sebelum melakukan vaksinasi di beberapa lokasi, masyarakat diwajibkan memenuhi syarat dan ketentuan yang sudah diberlakukan oleh panitia pelaksana.

Syarat vaksinasi Pfizer, antara lain:

  • Usia di atas 12 tahun
  • Belum pernah divaksin tahap 1 dan 2
  • Warga negara Indonesia

Ketentuannya, sebagai berikut:

  • Membawa fotokopi KTP
  • Membawa alat tulis
  • Nomor pengguna hanya 1 orang saja dan bisa di SMS
  • Sarapan sebelum divaksinasi
  • Tidak tidur larut malam

Kondisi pada kegiatan vaksinasi ini juga mengalami hambatan, bukan hanya faktor dari Nakes melainkan juga pada ketertiban masyarakat kata Kepala Puskesmas Jatimulya.

“Hambatannya ada di Nakes, karena tenaga kerjanya yang kurang. Apalagi ditambah dari watak masyarakat ditiap lokasi pasti berbeda-beda. Ada yang bisa diatur, ada juga yang bandel. Tetapi ya manusia, beda karakternya,” katanya.

Antrian panjang di Masjid Raja Jatimulya, yang membuat pelaksanaan vaksinasi terhambat karena kurang tertibnya masyarakat. Bekasi, Senin (23/08/2021).

Namun menurutnya, dalam pelaksanaan vaksinasi tahap 1 yang dimulai sejak Senin, 23 Agustus 2021 lalu, banyak masyarakat Jatimulya yang rela mengantri sejak pagi untuk divaksin.

Seperti yang disampaikan oleh Irsan Ajie (23) selaku masyarakat Jatimulya yang mengikuti vaksin Pfizer ini.

“Efek dari vaksin Pfizer sih nyeri dibagian lengan sama ga enak badan, kalau untuk pelayanannya baik, paling cuma pas antrinya aja kurang tertib,” tanggapnya setelah menyelesaikan vaksin tahap ke 2. Bekasi, Minggu (12/09/2021).

Pihak puskesmas berharap bahwa masyarakat Jatimulya sudah tervaksin hingga 100% dan tetap mematuhi prokes selama Covid masih ada.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel