Artikel

Orang Tua Murid Masih Khawatir, Bekasi Uji Coba Sekolah Tatap Muka

Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bekasi
Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bekasi
Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bekasi

Uji Coba Sekolah Tatap Muka Bekasi

Sekolah tatap muka di Bekasi mulai diuji cobakan hari ini, (Senin, 6/9). Orang tua merasa lega dengan kebijakan dimulainya sekolah tatap muka. Hari pertama masuk sekolah sangat berkesan bagi siswa dan orang tua yang antar anak ke sekolah.

Guru sudah menanti dipintu gerbang sekolah. Menyapa siswa dengan senyum. Bahagia mewarnai raut wajah guru yang kembali bertemu dengan murid-muridnya.

Murid antri masuk gerbang sekolah. Orang tua cukup mengantar anaknya sampai depan gerbang sekolah. Sebelum masuk lingkungan sekolah satu per satu siswa dicek suhu tubuhnya, yang sehat boleh masuk. Untuk siswa yang kurang sehat sementara belajar di rumah.

Selama uji coba sekolah tatap muka, siswa masuk sekali seminggu. Ruang kelas belum semua terisi. Ruang sekolah baru diisi 30 sampai dengan 50 persen dari kapasitas tersedia.

Pelaksanaan sekolah tatap muka masih menimbulkan kekhawatiran dari orang tua siswa. Namun dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat orang tua murid yakin sekolah tatap muka akan berlangsung aman.

“Masih sedikit khawatir sih dengan keadaan kayak gini. Tapi, kalo gak masuk juga gimana. Selagi prokesnya diperketat, yakinlah,” kata salah seorang orang tua siswa SD Negeri Margahayu XVIII.

Sementara itu walikota Bekasi Rahmat Effendi meninjau langsung kegiatan proses belajar mengajar selama masa uji coba sekolah tatap muka. Walikota Bekasi Rahmat Effendi meninjau kegiatan pembelajaran di SMP Negeri 2.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi Inayatullah walikota Bekasi Rahmat Effendi meminta kepada para guru untuk memantau dengan ketat penerapan protokol kesehatan. Menurut Rahmat Effendi, kunci sukses pembelajaran tatap muka selama pandemi ini dengan penerapan protokol kesehatan yang konsisten.

“Guru sebagai pengawas, jangan sampai terjadi berkerumun. Walaupun saya lihat semua sudah pakai masker. Terkait urusan diinternal sepenuhnya tanggungjawab kepala sekolah untuk mengaturnya,” kata Rahmat Effendi.

Ia berharap proses uji coba sekolah tatap muka ini berjalan dengan baik. Menurut pria yang biasa dipanggil Pepen itu sekolah tatap muka jauh lebih baik ketimbang pembelajaran daring. Untuk itu ia berharap selama situasi pandemi ini semua pihak harus taat pada aturan protokol kesehatan. (ded)

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel