Artikel

Mudik Lebaran “Harga Mati”

Berjualan sayur di Bekasi sudah dilakoni Mbak Pur satu dekade lebih. Awalnya ia membantu ibunya yang lebih lama berjualan sayur. Sejak ibunya meninggal tahun lalu, Mbak Pur yang melanjutkan usaha yang dirintis ibunya itu.

Di Bekasi, perempuan asal Wonosari itu tinggal sendirian. Ngontrak di sebuah rumah bedeng. Sesekali anaknya yang saat ini duduk di SMP datang menemaninya. Sang anak akan mengunjungi Mbak Pur kala libur sekolah.

Tak seperti biasanya, lebaran tahun ini Mbak Pur akan mudik lebih awal. Biasanya ia akan pulang H-2 lebaran. Mbak Pur masih melayani pelanggan yang akan bikin rendang dan ketupat di hari raya Idul Fitri. Lumayan orderan meningkat jelang akhir Ramadhan.

Sejak ada larangan mudik dari pemerintah, Mbak Pur sudah putuskan untuk pulang sebelum larangan mudik diberlakukan, 6 April 2021. “Dua minggunan lagi. Belum lihat tanggalan je. Tapi sekitar tanggal 3 saya udah pulang. Nanti malah gak bisa pulang kalo udah mau dekat lebaran,” kata Mbak Pur.

Meski keputusan ini sulit, harus menutup usahanya lebih awal, Mbak Pur mengaku lebih memilih lebaran dengan suami dan anak-anak di kampung.“Mau gimana lagi to Mas. Saya ada suami dan anak-anak di kampung. Ya, lebaran sama keluarga di kampunglah,” jelas Mbak Pur.

Mbak Pur satu potret cerita perantau di Bekasi yang memutar otak untuk tetap bisa lebaran di kampung. Bagi kaum perantau, lebaran di kampung sebuah keharusan. Apalagi banyak dari pekerja urban yang tidak bisa lebaran tahun lalu karena kebijakan penguncian yang diterapkan pemerintah.

Pekerja informal Bekasi akan banyak yang memilih menutup usahanya lebih awal sebelum pemberlakuan pentupan akses mudik. Impaknya, Bekasi akan ditinggalkan pekerja informal. Yang selama ini mereka banyak berusaha di sektor informal seperti pedagang sayur, pedagang makanan dan buruh lepas.

Kalua ceritanya begini, apakah kebijakan larangan mudik masih efektif? Sebenarnya larangan mudik atau pengetatan syarat mudik? Karena bagi perantau, mudik lebaran “harga mati”.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel