intip proses pembuatan minuman kopinya ah..
ArtikelPeristiwa

Cerita Rangga, Menjalankan Bisnis Kedai Kopi di Masa Pandemi

INFOBEKASI.CO, BEKASI – Rangga Adjie Kusuma pemuda yang berusia 22 tahun, kini sudah bisa menjalankan bisnis yang menguntungkan dengan nama Drama Street Bar.

Nama tersebut terinspirasi dari keresahan masyarakat yang selalu banyak drama dikala aktivitas, termasuk ketika minum. Uniknya, bisnis yang menghasilkan ini bermula dari ide dan saran teman dekatnya.

Rangga mengeluarkan modal awal untuk bisnis kedai kopi ini dengan total 3 juta sudah termasuk semua perlengkapan dan bahannya. Bisnisnya lounching pada bulan Agustus 2020 dan berlokasi di jalan Swadaya Raya Jatimulya, Kabupaten Bekasi, Rabu (03/02/21).

Hingga saat ini kedai kopi Rangga sudah berjalan 1 tahun 5 bulan selama masa pandemi, dengan bisnis yang dijalankan dia sudah menyediakan menu andalan yaitu kopi rum bagi pengunjung. Menu yang tersedia dengan harga terjangkau dan relatif murah. Kedai kopi miliknya pun ramai di kunjungi terutama berjenis kelamin laki-laki saat weekend.

“Biasa ramai pengunjung dihari Sabtu sama Minggu jam 8 malam, dan menu favorit pengunjung itu ada 3 atau 4 jenis. Kopi susu gula aren, kopi regal, kopi rum dan kopi karamel,” Kata Rangga.

Lahan kosong depan rumahnya di sulap menjadi tempat berbisnis yang menguntungkan, dari bisnis kedai kopi Rangga pun berkolaborasi dengan Deratia Kuliner yaitu partner bisnisnya. Dalam sebulan Rangga mendapat keuntungan yang mencukupi untuk dirinya dari berbisnis kopi selama pandemi.

“Meskipun minim, penghasilan sehari mulai dari 50 ribu sampai 200 ribu, kalau sebulan bisa mencapai 2 atau 3 juta untuk laba bersihnya,” Jelasnya.

Namun langkah Rangga tidak selalu mulus, pemuda yang berumur 22 tahun ini sempat kesulitan ketika menjalankan bisnisnya selama masa pandemi. Bermula dari kesulitan tersebut menurut Rangga hal itu merupakan resiko menjadi pebisnis.

“Pertama kesulitannya pasti waktu razia, karna masih dalam masa pandemi ada batesan untuk pedagang yang baru memulai. Kedua dari musim hujan yang kadang mengurangi jumlah pengunjung. Dan terakahir kesulitan mempromosikan tempat,” Ujarnya.

Meskipun bisnisnya belum lama berjalan, namun Rangga tetap optimis dalam memulai sebuah perubahan bagi hidupnya. Dengan bantuan do’a orang tua, kemudian prinsip yang tak pernah patah semangat, lalu jangan lupa bersedekah dan siap melakukan hal baru. Dia pun berharap bahwa remaja saat ini perlu mengembangkan potensi berbisnis di usia muda dan keluar dari zona nyaman dengan mencoba sebuah tantangan baru.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel