ArtikelBekasi Kita

Jurusan Sastra Inggris Bekerja di Perusahaan Teknologi dan Informasi?

Pada era globalisasi ini, kemajuan teknologi memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Teknologi telah menjadi seperti kebutuhan pokok bagi masyarakat modern. Bahkan perusahaan-perusahaan besar teknologi telah berdiri ‘menghiasi’ perkotaan. Melalui teknologi lah masyarakat dapat berinteraksi dan bertukar informasi satu sama lain. Kemudian dengan teknologi masyarakat juga bisa mengembangkan bisnis secara luas. Namun pernahkah terpikir oleh Anda, apakah pekerja yang bergelut di bidang teknologi dan informasi hanya mereka saja yang ahli per-teknologi-an? Bagaimana jika seorang dengan ‘title’ jurusan Sastra Inggris ikut bergabung ke dalam perusahaan teknologi dan informasi? Bisakah? Jawabannya adalah tentu saja bisa. Mungkin sebagian dari kalian masih bingung dengan hal ini. Kebanyakan orang berasumsi – layaknya saya, bahwa mereka yang merupakan jurusan Sastra Inggris pada akhirnya akan bekerja dengan fokus inggris dan kesastraan seperti mengajar, penerjemah, penulis, jurnalis, interpreter dan sastrawan. Seperti yang kita semua tahu bahwa bahasa Inggris adalah bahasa Internasional dan bahasa pemersatu atau lebih kerennya disebut dengan lingua franca.

Jika dilihat dari hubungannya, teknologi informasi dan bahasa Inggris adalah dua hal yang telah mendunia. Tidak diragukan peran dunia Barat mendominasi kedua kata kunci yang saya angkat ini. Bisa dikatakan bahwa dalam lingkungan perusahaan IT bahwa orang-orang yang ahli IT menguasai jabatan tapi jika dilihat lebih lanjut sebenarnya peranan bahasa Inggris juga besar dalam perusahaan-perusahaan IT. Karena pada dasarnya, sebuah perusahaan besar IT adalah sebuah perusahaan yang akan berhubungan secara global, tentu saja untuk menerjemahkan dokumen-dokumen perusahaan, mengedit company profile (yang menjadi muka dari sebuah perusahaan) dan menjalin hubungan dibutuhkan keahlian dalam bahasa Inggris dan disinilah mereka jurusan Sastra Inggris berfungsi, bahasa Inggris sebagai media bersaing dalam dunia bisnis kancah nasional dan internasional.

Misalnya saya, saya adalah mahasiswi Sastra Inggris yang menghabiskan waktu magang saya di salah satu perusahaan IT dekat rumah saya yaitu PT Sangga Data Nusantara Tambun Selatan, Bekasi. Saya memilih untuk magang di perusahaan IT karena saya ingin mencoba mendapatkan pengalaman bekerja dalam lingkungan sebuah perusahaan. Awalnya saya juga mengira bahwa saya tidak akan bisa menerapkan ilmu pegangan yang saya miliki, nyatanya, tidak. Di perusahaan ini, saya bisa memberi manfaat dengan mengajarkan karyawan disana untuk terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Inggris sehingga ketika bertemu dengan client internasional ini akan sangat bermanfaat. Saya juga memberikan materi-materi seputar dunia sastra Inggris seperti tenses, vocabulary, creativity, writing dan imagination yang saya jabarkan dengan bahasa Inggris. Karena nyatanya tidak semua mereka yang bekerja di perusahaan IT memiliki dasar bahasa Inggris yang kuat. Tidak hanya itu, sebagai orang yang berkutat di jurusan Sastra Inggris, saya bisa memberikan beberapa konstribusi dalam merevisi grammar dari company profile. Semua ini adalah hal yang tidak pernah terpikirkan oleh saya yang selama ini khawatir akan prospek kerja Sastra Inggris. Selain itu, seseorang dengan Sastra Inggris sebagai jurusannya, tidak hanya memberikan kontribusi sendiri namun akan perusahaan juga akan memberi kontribusi. Istilahnya adalah simbiosis mutualisme.

Dari magangnya saya di perusahaan IT, saya juga belajar banyak hal mengenai dunia teknologi dan bisnis. Seperti pembelajaran golden ratio, seorang IT yang harus berpikir kritis, membentuk karakter pebisnis muda yang handal, cara berkomunikasi dengan mengenal personality masing-masing orang dan bagaimana bersikap yang baik ketika melakukan meeting serta presentasi.

Jadi, bukan sesuatu yang menyimpang dan bukan pula ketidakmungkinan bagi seseorang dengan gelar ‘Sastra Inggris’ nya berkecimpung di dunia IT, karena mereka justru dibutuhkan. Apalagi jika bisa saling bermanfaat bagi kedua belah pihak. Indahnya hidup saling berbagi.

Penulis :

Nia Denisa, Mahasiswa Sastra Inggris Semester 5 UIN Sunan

Gunung Djati Bandung.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel