Artikel

Pandemi Covid-19 Berdampak pada Bisnis Hotel

Info Bekasi – Hingga detik ini, wabah virus Corana masih menjadi pembahasan serius di berbagai negara. Pandemi Covid-19 berdampak pada salah satu sektor bisnis yaitu hotel di Indonesia, yang terpaksa tidak beroperasi ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Dampak virus ini sangat dirasakan oleh pihak hotel mulai dari jam operasional, restoran yang ditutup sementara, sampai pengurangan karyawan.

Seperti halnya seorang karyawan berinisial AK, yang bekerja disalah satu hotel di daerah Fatmawati, Jakarta Selatan, yang telah dirumahkan sejak bulan Juli 2020. Ia mengatakan jika tingkat hunian hotel menurun hampir 80% dalam sehari, tidak sampai terisi 20 kamar.

“Penurunan tingkat hunian hotel menurun, sekalinya ada tamu ya hanya yang biasa menginap di hotel ini,” jelasnya.

Ia juga menerangkan pembagian jam kerja yang dikurangi. Sebelumnya terdapat 3 bagian kerja dengan 8 jam perhari, kini menjadi 2 bagian saja yaitu menjadi 12 jam dalam satu hari.

Segala macam usaha telah dilakukan oleh pihak hotel demi mempertahankan bisnis tersebut, walaupun harus merugikan karyawan seperti pemotongan atau pengurangan gaji.

“Semenjak bekerja diawal pandemi memang sudah ada kebijakan mengenai pengurangan gaji 35%, itupun masih tertunda dari tanggal yang sudah ditetapkan untuk menerima gaji,” lanjutnya.

Selain itu, pihak hotel juga melakukan pengurangan karyawan dengan dirumahkan sampai tanggal yang ditentukan. AK berharap keadaan cepat kembali normal agar bisa bekerja kembali dan mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai karyawan hotel.

Seperti yang dilansir cnbcindonesia.com, Jumat (6/11/2020). Hariyadi Sukamdani selaku Ketua Umum Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) saat diwawancarai menyebut bahwa tingkat hunian hotel di Jakarta hanya 30%. Artinya, 70% kamar hotel tak terisi alias kosong.

“Dampak ekonomi ini yang kita tak pernah lihat akan sampai mana. Di sektor hotel dan restoran, sudah mulai terasa sekali dampaknya. Hari ini di Jakarta itu tingkat hunian sudah sekitar 30%. Jadi ini sudah suatu hal yang serius,” ujarnya.

Ada pula seorang karyawan berinisial DT yang harus mengundurkan diri dari salah satu hotel di daerah Pondok Indah, karena tidak ada kepastian untuk panggilan kerja kembali setelah dirumahkan sejak bulan Maret 2020.

“Semenjak awal pandemi banyak karyawan yang akhirnya dirumahkan untuk meminimalisir budget pengeluaran hotel. Setelah 3 bulan tidak dipanggil bekerja kembali akhirnya saya memutuskan untuk bekerja di outlet daerah Kemang,” jelasnya.

Sebagian karyawan hotel yang dirumahkan, akhirnya mencari penghasilan dari pekerjaan yang berbeda dari sebelumnya untuk menyambung hidup.

Pewarta : Farah Salsabila Hirzan

Editor : Mutiara Annisa

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel