Artikel

Kisah Pilu Seorang Perantau di Tengah Pandemi

Bekasi – Virus corona masih mewabah hampir semua negara termasuk Indonesia. Para pekerja formal maupun informal Ikut terkena imbas. Lantas, bagaimana nasib perantau yang beradu nasib di tengah pandemi? 

Demi mencegah rantai penyebaran virus mematikan yang makin meluas, pusat niaga, sekolah, sampai layanan masyarakat terpaksa harus ditutup. Hal ini membuat para pekerja harus dirumahkan sementara, bahkan sebagian diberhentikan.

Ketidakpastian untuk bekerja, akhirnya menimbulkan resah sebagian masyarakat dalam mencari penghasilan demi memenuhi kebutuhan hidup. Itulah yang dirasakan oleh Ika, perantau asal Tegal, yang bekerja sebagai karyawan marketing di salah satu perusahaan retail di Bekasi.

Saat diwawancarai oleh Info Bekasi, Ika mengungkapkan merasa dilema saat tidak ada penghasilan untuk membeli makan. Dan keinginan untuk pulang kampung hanyalah menjadi harap saja, karena pemerintah melarang bagi seluruh masyarakat agar tidak pergi keluar kota.

“Saya bingung untuk makan karena tidak adanya penghasilan, ditambah larangan mudik, sedangkan kita harus bertahan hidup disini” Jelasnya dalam unggahan youtube Info Bekasi, Sabtu (30/05/2020).

Hari lebaran adalah momen yang ditunggu-tunggu oleh para perantau, dengan alasan untuk bertemu dengan keluarga. Dengan meneteskan air mata, Ika mengungkapkan keluh kesahnya karena tidak bisa mudik dan berkumpul bersama keluarga.

“Orang perantau biasanya mudik saat lebaran, tapi sekarang nggak bisa” Lanjutnya.

Banyak sekali faktor yang membuatnya tidak bisa mudik. Mulai dari ekonomi soal ketiadaan dana, hingga transportasi yang tidak bisa beroperasi, karena pemerintah menerapkan peraturan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB).

Namun, Ika bersyukur warga tempat tinggalnya mendirikan dapur umum, yang berguna untuk membagikan bahan pangan kepada warga terdampak pandemi. Termasuk Ika yang mendapatkan makan untuk berbuka puasa dan sahur tanpa harus mengeluarkan biaya.

“Alhamdulillah, saya dapat berbuka puasa dan sahur tanpa harus mengeluarkan uang. Karena adanya dapur umum di Rt 03” Ujarnya dengan rasa syukur.

Menurutnya, Corona membuat semua golongan menjadi susah. Dari golongan atas hingga golongan menengah kebawah turut terkena dampaknya. Sehingga Ika berharap pandemi covid-19 agar cepat hilang.

“Harapan saya virus Corona bisa cepat hilang, lenyap sejauh-jauhnya, dan jangan pernah datang kembali” Tutupnya.

Para perantau terpaksa menerima konsekuensi bertahan hidup dengan keterbatasan ekonomi. Ika menjadi salah satu contoh realitas dari banyaknya masalah yang terjadi ditengah pandemi.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel