ArtikelBekasi Kita

Sejarah Pasar Proyek Bekasi

Bekasi – Pasar Proyek Bekasi mempunyai banyak sejarah, mulai dari trasnportasi hingga penyebutan namanya yang hingga kini masih terus digunakan.

Pasar Proyek terletak di Jl. H. Agus Salim, Bekasi Jaya, Kec. Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Di sebut pasar tertua dilihat dari letak lokasinya diapit oleh Kali Bekasi dan jalan raya yang menghubungkan dari hulu Bogor ke muara Bekasi. Bekasi yang merupakan daerah pertengahan dan ramai penduduk akhirnya munculah Pasar pada abad ke-16.

Ali Anwar seorang sejarawan mengatakan jika masyarakat mengutamakan jalur kali, dan menggunakan perahu atau getek sebagai alat transportasi. Dan Pasar Bekasi berada di sebelah timur kali Bekasi.

“Masyarakat yang menjualkan produknya tidak di atas perahu, karena Pasar Bekasi tetap di darat sebelah timur Kali Bekasi” Ujarnya saat diwawancarai Info Bekasi, Senin (28/09/20).

Masyarakat dulu lebih memilih menggunakan jalur kali, karena jalan raya belum begitu ramai dan sulit untuk dilalui. Apalagi saat turun hujan, kali menjadi satu-satunya jalur alternatif bagi lalu lalang manusia maupun barang.

Namun ada kalanya dalam setahun tidak turun hujan dan terjadi kemarau panjang, sehingga kali Bekasi ini surut. Jika debit air terlalu kecil, maka perahu tidak bisa beroperasi untuk ke pasar.

Ali juga mengatakan Pasar Bekasi atau yang lebih dikenal dengan pasar proyek oleh masyarakat, menjadi semakin ramai tatkala dibangun Jalan Daendels (1811-1900), lalu di bentuknya pusat pemerintahan yang sekarang menjadi alun-alun, dan stasiun Bekasi (1887).

“Di bangunnya stasiun Bekasi yang menghubungkan jalan kereta dari Kota ke Manggarai, Jatinegara ke Bekasi, Bekasi ke Gedung Gede dan seterusnya, membuat Pasar Bekasi menjadi center kehidupan masyarakat Bekasi” Ucapnya.

Pasar Bekasi kemudian dibagi menjadi dua pada tahun 1970-an, pasar basah dan pasar kering. Pasar basah terletak tepat dipinggir Kali Bekasi, sebelah Timur Kantor Polres Bekasi. Yang dijual berupa sayur-mayur dan kebutuhan pangan. Sedangkan pasar kering menjual barang-barang seperti pakaian, alat dapur, dan berbagai alat rumah tangga.

Tahun 1978, sikap nasionalis masyarakat membuat bangunan pasar kering yang tadinya bernuansa India-Belanda menjadi modern di bentuk seperti ruko. Ditambah beberapa konstruksi megah yang diberi nama Pusat Pertokoan Bekasi. Selama proses pembangunan terdapat plank bertuliskan “Proyek Pembangunan”, oleh masyarakat kemudian disebut Pasar Proyek.

Ali juga menerangkan para kenek angkutan umum juga lebih sering menyebutnya Pasar Proyek, karena lebih mudah. Meskipun sejak 2010 Pusat Pertokoan Proyek Bekasi diganti menjadi Bekasi Junction.

“Para kenek biasanya menyebut dengan nama Pasar Proyek, lalu Pasar Proyek menjadi familiar di kalangan masyarakat” Jelasnya.

Bisa dikatakan para kenek angkutan umum memiliki peran besar dalam perubahan nama Pasar Proyek yang hingga sekarang masih terus digunakan oleh masyarakat.

Untuk informasi lebih lengkapnya bisa kalian tonton disini.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel