ArtikelBekasi Kita

Kabar Dari Seniman Bekasi

Saat Polisi Menyegel Cafe Langgar Protokol Kesehatan di Daerah Galaxy

Saat Polisi Menyegel Cafe Langgar Protokol Kesehatan di Daerah Galaxy

Siapa yang tak remuk redam di musim pandemi ini. Semua merasakan. Merata, semua merasa kesulitan. Kalaupun tidak menemui masalah berarti, setidaknya rasa was-was selalu menyertai. Hampir semua sektor merasakan hempasan pandemi covid-19.

Semenjak pemerintah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) pada Maret silam, semua sektor merasakan dampaknya. Termasuk didalamnya dunia hiburan. Kesulitan tak pernah ditemui seperti ini sebelumnya. Dunia hiburan yang satu paket dengan sektor kuliner pun merasakan hal yang sama.

Sekilas ke belakang, usaha kuliner tumbuh pesat di Bekasi dalam lima tahun terkahir. Pertumbuhan ini merupakan respon atas tumbuhnya kelas menengah di Bekasi. Kelas menengah yang memiliki daya beli membutuhkan sarana hiburan berupa kuliner, musik dan pertunjukan film. Klop sudah, ada permintaan dan penawaran pun tersedia.

Untuk menambah value, pengusaha kuliner menyajikan hiburan musik live untuk menemani konsumen kala menikmati kudapan tersaji. Pengusaha kuliner dan pelaku seni berjodoh. Seniman Bekasi banyak diberdayakan di kedai kopi, restoran dan hotel yang banyak ditemui di Bekasi. Karya-karya seniman Bekasi patut diapresiasi. Bermutu dan menghibur.

Semenjak banyak restoran dan warung kopi tutup akibat pelaksanaan PSBB, seniman Bekasi harus berhenti menghibur warga kota yang butuh hiburan. Seniman Bekasi banyak yang menggantungkan pemasukannya dengan berkesenian dari satu kafe ke kafe lain.

Ketika pemberlakuan adaptasi kebiasaan baru, secercah harapan pun menghampiri seniman Bekasi. Kafe, warung kopi dan restoran kembali beroperasi meski dengan kewajiban menjalankan protokol kesehatan. Harapan pun hadir, beberapa usaha kuliner mulai menampilkan seniman Bekasi di panggung kehormatan.

Keadaan berangsur membaik. Suasana pun mulai mencair. Banyak dari anggota masyarakat beraktivitas seperti biasa namun tetap dengan mematuhi prokotol kesehatan. Sejumlah pengusaha kuliner pun mulai berwajah cerah. Sudah mulai lega setelah sekian bulan tutup total.

Seketika semua ambyar kala sebuah warung kopi menyajikan hiburan tanpa menjalankan protokol kesehatan sama sekali. Viral, peristiwa itu tersiar ke semua penjuru negeri. Cepat, tak bisa dibendung. Sontak menjadi pembicaraan warganet. Dan Bekasi kembali menjadi pembicaraan. Cibiran tak terhindarkan. Duh, miris. Populer tersebab hal tak pantas.

Karena banyak menuai kecaman, aparat pun cepat bergerak. Tak lagi berpikir Panjang, selain keputusan, Segel! Ya, operasi warung kopi itu dihentikan sementara waktu. Bagaimana kabar karyawan, warung kopi itu? Entahlah. Yang pasti tak bisa bekerja sementara waktu.

Semenjak kasus warung kopi di Galaxy itu, mata publik fokus pada café yang menyajikan hiburan. Tak terelakkan, seniman Bekasi terbawa imbas. Kabar tak lagi dapat job, itu yang tertangkap. Karena ulah oknum pengusaha tak bijak, semua terkena dampak. Seorang makan nangka, semua kena getahnya. (BAS)

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel