ArtikelBekasi Kita

Tau Siapa Dia? Menjadi Supeltas Bukan Sekedar Mengharapkan Imbalan

BEKASI – Saat melintas di Jalan Jend Sudirman yang berada di dekat Cevest Bekasi. Disadari atau tidak, kita akan mengetahui keberadaan seseorang di jalan tersebut. Ia selalu bersikap tegap dan semangat saat melakukan tugasnya. Terik matahari menutupi parasnya dari topi yang membayang. Siapa dia?

Sosok itu bernama Subur, pria berusia 52 tahun. 23 tahun sudah Subur telah menjadi Banpol (Bantuan Polisi) atau sering kita kenal dengan Sukarelawan Pembantu Lalu Lintas (Supeltas).

Keberadaannya untuk membantu orang menyebrangi Jalan Jend Sudirman menuju Jalan Guntur Raya yang ada di belakang Stadion Patriot Chandrabaga Bekasi.

Pukul 6 pagi ia berangkat dari rumahnya berjalan kaki selama 30 menit menuju tampat tugasnya. Setibanya dilokasi, hal yang pertama dilakukan adalah mengibarkan bendera merah putih di Pos Polisi yang tak jauh dari tempatnya bertugas.

Saat berada dilapangan, kerap kali ia memberikan hormat dengan mengangkat tangan dan menempatkannya didepan alisnya. Hal itu ia tujukan kepada para pengendara yang ia bantu ataupun yang ia hentikan untuk memberikan kesempatan kepada orang lain untuk menyebrang.

Gerakan itu menjadi ciri khas Subur. Saat berbincang dilokasi dan bertanya apa maksud dari gerakan hormat tersebut, adakah makna tersendiri yang dimaksudkan untuk orang lain? lalu Subur menjawab pertanyaan itu.

“Saya menghormati mereka agar menyadari bahwa Saya ada disitu, dan Saya menghormati supaya Saya dihormati orang karena kalo Saya tidak menghormati orang lain maka Saya tidak akan di hormati, menghormati bukan karena Saya ingin uang tapi karena Saya ingin di hormati juga.” terang Subur.

Meski ia tidak bercita-cita menjadi Polisi, namun Subur tetap bangga dan senang bisa menjadi Banpol di Pos Polisi. Petugas Polisi yang berjaga di pos tersebut juga mengungkapkan bahwa Subur memiliki sikap disiplin yang baik.

“Boleh dibilang kalau masalah disiplin terkadang saya malu sendiri, beliau lebih disiplin dalam artian kalau kami sikap hormat itu jarang yang namanya sikap siap dulu baru hormat, kalau beliau langsung sikap sempurna baru hormat , dan itu terjadi dari dulu (23 tahun lalu) sampai sekarang.” teranga petugas polisi.

Subur telah dipercaya untuk membantu mengatur lalu lintas sekitar sehingga diberikan baju  setelan untuk bertugas. Ayah dari tiga orang anak ini bisa mendapatkan penghasilan sebesar 120rb rupiah dari pemberian pengendara dari pagi hingga sore hari. Selain itu dirinya juga membantu kebersihan disekitar juga membantu membersihkan lingkungan sekitar pos polisi.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Artikel