Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono sudah setahun memimpin dan berikut sejumlah pencapaiannya.

Keduanya dilantik oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung pada 20 September 2019 lalu untuk periode 2018 – 2023.

Keduanya berkomitmen mewujudkan visi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju Sejahtera dan Ihsan.

Pepen sapaan akrab Walikota Bekasi Rahmat Effendi menuturkan, kerja keras dalam kepemimpanannya selama satu tahun ini berusaha mengoptimalkan pemasukan target PAD serta merasionalisasi belanja.

Pasalnya, telah terjadi ketidakseimbangan fiskal dan dengan tidak tercapainya maksimal target pendapatan.

“Pelaksanaan APBD 2018 terjadilah turbulensi yang sangat tinggi, karena tidak tercapai target pendapatan. Kondisi itu dialami setelah saya cuti beberapa bulan. Maka dari itu tugas saya ini bisa kembali kondisi itu,” ujar Pepen, Rabu (25/9/2019).

Selanjutnya, untuk mencegah hal-hal tersebut terulang lagi, dilakukan simplikasi perijinan, peningkatan kinerja, membuat peraturan mengenai perencanaan dan penganggaran, evaluasi kegiatan, pendampingan terhadap para perangkat daerah.

“Kita akan terus berusaha agar kondisi fiskal Kota Bekasi kembali stabil dan bisa memaksimalkan program yang sudah ada dan mewujudkan program baru buat masyarakat,” ucap dia.

Untuk bidang kesehatan, Pemkot Bekasi telah menghadirkan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai jawaban masyarakat untuk mendapatkan jaminan pembiayaan kesehatan yang layak.

Kemudian pembangunan fasilitas kesehatan yang kini hadir diwujudkan dengan adanya RSUD tipe D yang berada di beberapa Kecamatan.

“Kita juga rencana bakal bangun puskesmas, tiap kelurahan harus ada puskesmas,” ucap Pepen.

Guna merealisasikan visi cerdas, Pemerintah Kota Bekasi sangatlah intens dalam membangun generasi unggul, dengan diwujudkan melalui pendidikan yang berkualitas, berbagai program beasiswa baik prestasi di bidang akademis maupun non akademis.

Penambahan Unit Sekolah Baru, peningkatan fasilitas penunjang yang mendukung proses belajar mengajar, peningkatan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

“Di bidang pelayanan publik kami meluncurkan Mal Pelayanan Publik di tiga lokasi. Ini bertujuan memperdekat jarak pemohon, bukan hanya itu, Pemerintah Kota Bekasi juga memperdekat pelayanan administrasi di setiap kecamatan yang ada,” kata Pepen.

Terkait transportasi, Pemkot telah melakukan peluncuran Transpatriot dengan tiga koridor.

Kehadiran Transpatriot itu bertujuan untuk menyediakan layanan transportasi umun yang layak, aman dan nyaman bagi masyarakat, mengurangi dampak polusi dan menjadi solusi bagi kemacetan.

Bidang insfratruktur yang telah berjalan yakni pembangunan jembatan simpang lima Caman- Bekasi dengan lebar 10,5 meter, dibangun menggunakan dana APBD Kota Bekasi sebesar Rp 46,4 miliar.

Pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk meminimalisir persoalan macet di Simpang Lima Jatibening.

Jembatan Kemang Pekayon yang panjangnya sekitar 60 meter, dibangun dengan dana 37 Miliar Rupiah lebih yang bersumber dari APBD Kota Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi juga membangun jalan baru Jakasetia-Pekayon. pembangunan jalan sepanjang 2,3 kilometer dengan anggaran 50 Miliyar Rupiah.

Rahmat Effendi menegaskan masih banyak kekurangan dalam kepemimpinan bersama Wakil Wali Kota akan tetapi keduanya akan terus berusaha mewujudkan program yang dirasakan manfaatnya bagi warga.

“Kami akan terus bekerja dengan Think Out Of The Box dan tidak secara linear karena kami tetap komitmen untuk membuat warga kami merasakan hasilnya sendiri dari bayarnya pajak masing masing warga,” tandasnya.

Sumber : wartakota.tribunnews.com