LifestylePlace To Go

Hewan Laut Lobster Memiliki Takdir Yang Baik Dari Era 1800an Sampai Era Sekarang Ini

INFOBEKASI.CO – Hari gini siapa sih yang tidak suka dengan hewan laut ini. Saat ini hewan laut berjenis lobster menjadi menu makanan mewah yang mungkin hanya orang-orang tertentu saja yang mampu membelinya.

Dibalik harga yang sangat mahal, ternyata lobster memiliki sejarah awal yang buruk yang mungkin tidak pernah kita bayangkan guys, sebelumnya, Ada yang tau gak si sejarahnya lobster? Nih kita kasih bocoran.

Sebelum pertengahan tahun 1800an lalu, lobster dianggap sampah bahkan hewan tidak berguna looh guys bahkan dulu sempat dianggap makanan orang miskin, dijadikan makanan kucing. Umumnya lobster ini digunakan untuk memberi makanan para tahanan, budak dan orang-orang yang sedang magang sebagai cara untuk menghemat uang guys.

Lambat laun lobster menjadi makanan yang sangat populer bagi para wisatawan yang berkunjung di New England, dan diiringi denan berdirinya beberapa yang khusus menjual menu makanan lobster.

Setelah Perang Dunia II, lobster mengalami perubahan takdir. Bintang film makan lobster. Pejabat makan lobster. Super model makan lobster. Sebenarnya naik pangkatnya lobster ini tidak terjadi dalam semalam.

Seiring berjalannya waktu, reputasi lobster pun berubah setelah mulai muncul makanan berkaleng dan adanya transportasi kereta api di tahun 1800an. Sejak rel kereta api menghubungkan dataran Amerika Serikat pada perusahaan jawatan kereta api mulai menghidangkan lobster pada penumpang dari kawasan Barat, yang tidak tahu kalau lobster dianggap makanan sampah di kawasan Timur seperti Maine, Louisiana, atau Massachusetts. Lobster dan bahan bakunya dibeli senilai 1 dolar, kemudian dijual 4 sampai 5 dolar. Licik sebenarnya, tapi apa boleh buat. Ini soal keekonomisan dan laba, guys.

Pada para penumpang yang polos itu, lobster dihidangkan seolah-olah itu makanan langka dan eksotis tapi dibanderol murah. Ternyata para penumpang kereta dari Amerika Serikat belahan Barat itu suka. Di balik penampilannya yang inferior itu, daging lobster memang bisa bikin hati senang. Lembut dan punya rasa manis alamiah. Cukup dihidangkan dengan mentega cair dan sekucur air lemon, daging lobster sudah bisa menghasilkan sesungging senyum.

Waaahhh lucu ya guys perkembangan lobster. Dan perlu kalian ketahui nih guys kawasan timur, Maine merupakan salah satu penghasilan lobster terbesar. Konon dulu para nelayan membuang-buang lobster di bibir pantai hingga mencapai ketinggian setengah meter. Woowww.

lobster mulai menanjak di Timur walaupun disana lobster masih dianggap makanan murah dan untuk orang miskin. Tapi, masuk dekade 50-an kawasan Pantai Timur ini mulai merayakan lobster, terutama di Maine, karena daerah tersebut terkenal dengan sebutan penghasilan lobster.

Setiap minggu awal di bulan Agustus, sejak 1947, Maine punya Lobster Festival. Di pelabuhan dan pantai berjejer tenda-tenda yang menyajikan aneka makanan, minuman, sampai barang kesenian.  Hidangan utamanya tentu lobster. Ia diolah jadi apapun. Lobster ravioli. Sandwich lobster. Lobster bakar. Lobster Caesar wrap. Lobster Caesar salad. Setiap tahun, diperkirakan 500 ribu dollar dihasilkan oleh festival ini.

Harga lobster di Maine bisa dibilang terjangkau, apalagi saat ada festival. Untuk lobster seberat 1 kilogram dibanderol 17 dolar. Untuk seporsi lobster roll, harganya 14 dolar.

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Lifestyle